Pendapatan dan Laba Bersih Energi Mega (ENRG) Kompak Naik Segini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencatat peningkatan kinerja keuangan yang solid pada 9 bulan pertama tahun 2025. Perusahaan membukukan peningkatan penjualan bersih sebesar 13% menjadi US$ 361 juta, serta EBITDA naik 24% menjadi US$ 224 juta. Laba bersih juga meningkat 9% menjadi US$ 56 juta.
ENRG juga berhasil mencatatkan kenaikan laba bruto yang signifikan 39% menjadi US$ 125 juta didorong oleh penerapan manajemen biaya yang disiplin dan peningkatan efisiensi operasi.
Baca Juga
Energi Mega (ENRG) Kejar Pertumbuhan Produksi 15% di 2025, Fokus Efisiensi dan Ekspansi Aset Migas
Wakil Direktur Utama & Chief Financial Officer ENRG Edoardus Ardianto menjelaskan bahwa kinerja keuangan yang semakin membaik mencerminkan fokus perusahaan pada efisiensi dan profitabilitas. Rata-rata produksi minyak naik 6% menjadi 8.381 barel per hari dan rata-rata harga jual gas meningkat 7% menjadi US$6,79 per mcf.
“Meskipun beban operasional meningkat 3%, EMP berhasil mencatat pertumbuhan laba operasi lebih dari 30%, yang menunjukkan keberhasilan program low-cost, high-impact Perseroan,” ujar Edoardus.
Sementara itu, Direktur Utama & Chief Executive Officer Energi Mega (ENRG) Syailendra S. Bakrie menambahkan, pertumbuhan produksi minyak sepanjang Januari-September 2025 terutama berasal dari Blok Siak dan Kampar di Riau. Adapun tambahan produksi gas dari Blok Sengkang di Sulawesi Selatan menjaga stabilitas kontribusi gas.
Baca Juga
ENRG Genjot Produksi Blok Kampar, Target Harga Saham Direvisi Naik ke Rp 775
Ke depan, EMP akan tetap fokus pada penguatan aset utama yang telah berproduksi, melanjutkan eksplorasi dalam portofolio yang ada, serta secara selektif mengejar peluang pertumbuhan melalui akuisisi dan kemitraan strategis.
Sementara itu, Direktur & Chief Business Development Officer ENRG Adinda A. Bakrie menyatakan bahwa tim pengembangan bisnis terus memperkuat portofolio perusahaan melalui akuisisi terarah dan kolaborasi strategis, guna memastikan pertumbuhan berkelanjutan dan nilai tambah bagi pemegang saham.

