'Stablecoin' Melesat, Bitcoin Makin Fokus jadi Penyimpan Nilai
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Divisi Aset Digital BlackRock Robbie Mitchnick menilai, sebagian besar klien manajer aset global tidak melihat Bitcoin sebagai alat pembayaran sehari-hari ketika memutuskan untuk berinvestasi. Para investor lebih tertarik pada peran Bitcoin sebagai ‘emas digital’ atau penyimpan nilai jangka panjang.
“Untuk kami dan sebagian besar klien saat ini, mereka sedang menghitung skenario Bitcoin sebagai jaringan pembayaran global,” ujarnya, dilansir dari CoinTelegraph, Senin (24/11/2025).
Robbie tak menutup kemungkinan Bitcoin akan dipakai luas sebagai alat pembayaran di masa depan, namun menilai jalannya masih panjang. “Banyak hal perlu terjadi dalam hal scaling Bitcoin, Lightning, dan lainnya untuk membuat itu mungkin,” katanya.
Baca Juga
Lebih dari 70% Dana Aktif Bitcoin dalam Kerugian, Apa yang Terjadi?
Sementara itu, stablecoin justru menunjukkan kinerja yang jauh lebih matang di sektor pembayaran. “Stablecoin sangat sukses. Mereka memiliki product market fit besar sebagai instrumen pembayaran yang efisien,” sambungnya.
Robbie menilai, ekspansi penggunaan stablecoin berpotensi meluas dari ekosistem kripto dan decentralized finance (DeFi) menuju remitansi ritel, transaksi korporasi lintas negara, hingga penyelesaian transaksi pasar modal.
Baca Juga
Robert Kiyosaki Sempat Jual Bitcoin Miliknya, Ini Pandangan Terbarunya Soal Prospek BTC
Ia menyebut Bitcoin mungkin punya peluang lebih besar di bidang remitansi ritel, meski tetap menganggapnya belum menjadi arus utama dalam waktu dekat. “Suatu saat mungkin saja terjadi, tapi masih spekulatif untuk saat ini,” ucapnya.
Di lain sisi, CEO ARK Invest Cathie Wood mengatakan, percepatan adopsi stablecoin menjadi alasan ia memangkas proyeksi harga Bitcoin 2030 miliknya. Ia sebelumnya memprediksi Bitcoin bisa mencapai US$ 1,5 juta pada 2030, namun kini menurunkannya sekitar US$ 300.000.
“Stablecoin mengambil peran yang dulu kami kira akan diisi oleh Bitcoin,” katanya.
Bahkan, Co-founder Tether Reeve Collins memprediksi, seluruh mata uang pada akhirnya akan berbentuk stablecoin pada 2030 seiring seluruh layanan keuangan bergerak menuju on chain.
Jika melirik CoinMarketCap, Senin (24/11/2025), harga Bitcoin berada di level US$ 87.369,94 pada pukul 10.18 WIB, meningkat 1,74% dalam 24 jam terakhir.

