Robert Kiyosaki Sempat Jual Bitcoin Miliknya, Ini Pandangan Terbarunya Soal Prospek BTC
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Investor dan penulis "Rich Dad, Poor Dad" Robert Kiyosaki mengungkapkan bahwa ia telah menjual Bitcoin (BTC) senilai US$ 2,25 juta pada hari Jumat (21/11/2025). Lalu ia menginvestasikan kembali uang tersebut ke berbagai bisnis yang dimilikinya untuk menghasilkan arus kas tambahan.
Kiyosaki mengatakan bahwa ia memperoleh BTC "bertahun-tahun yang lalu" di harga US$ 6.000 dan menjualnya kembali dengan harga sekitar US$ 90.000. Keuntungan dari investasi tersebut akan disalurkan ke dua "pusat bedah" dan sebuah bisnis papan reklame.
Investasi dalam bisnis-bisnis ini diperkirakan akan menghasilkan pendapatan bebas pajak sebesar US$ 27.500 per bulan pada Februari 2026. Sebelum melakukan penjualan, 9 November lalu Kiyosaki padahal sempat memperkirakan target harga BTC sebesar US$ 250.000 pada tahun 2026 dan target harga US$ 27.000 per ons untuk emas.
PRACTICING WHAT I TEACH:
— Robert Kiyosaki (@theRealKiyosaki) November 21, 2025
I sold $2.25 million in Bitcoin for approximately $90,000.
I purchased the Bitcoin for $6,000
a coin years ago.
With the cash from Bitcoin I am purchasing two surgery centers and investing in a Bill Board business.
I estimate my $2.25 million…
"Saya masih sangat optimis dan optimis terhadap Bitcoin dan akan mulai memperoleh lebih banyak lagi dengan arus kas positif saya," ujarnya dilansir dari X @theRealKiyosaki, dikutip Minggu (23/11/2025).
BIGGEST CRASH IN HISTORY STARTING
— Robert Kiyosaki (@theRealKiyosaki) November 23, 2025
In 2013 I published RICH DADs PROPHECY predicting the biggest crash in history was coming.
Unfortunately that crash has arrived.
It’s not just the US. Europe and Asia are crashing.
AI will wipe out jobs and when jobs crash office and…
Namun yang mengejutkan lagi, pada postingan terbarunya, 23 November pagi ini, Kiyosaki kembali mengeluarkan peringatan keras mengenai kondisi ekonomi global. Dalam pernyataannya, Kiyosaki menyebut bahwa dunia kini memasuki “krisis terbesar dalam sejarah”, sebagaimana telah ia ramalkan dalam bukunya Rich Dad’s Prophecy yang terbit pada 2013.
Kiyosaki menyatakan bahwa gejolak ekonomi tidak hanya melanda Amerika Serikat, tetapi juga Eropa dan Asia. Ia memperingatkan bahwa kemajuan pesat kecerdasan buatan (AI) akan menghapus banyak pekerjaan, yang pada akhirnya memicu kejatuhan pasar properti perkantoran maupun residensial.
“AI akan menghapus pekerjaan, dan ketika pekerjaan hilang, real estat baik kantor maupun perumahan dan akan turut crash,” tulisnya.
Di tengah peringatan tersebut, Kiyosaki kembali mendorong investor untuk mengalihkan dana ke aset lindung nilai. Ia menegaskan bahwa ini adalah “waktu untuk membeli lebih banyak emas, perak, Bitcoin, dan Ethereum.”
Ia secara khusus menyebut perak sebagai aset paling aman. Kiyosaki mengklaim harga perak saat ini berada di level US$ 50 dan memprediksi bisa naik ke US$ 70 dalam waktu dekat, bahkan mencapai US$ 200 pada 2026.
“Berita baiknya, ketika jutaan orang akan kehilangan segalanya, mereka yang siap justru bisa menjadi lebih kaya,” ujarnya.
Kiyosaki menambahkan bahwa ia akan membagikan lebih banyak strategi untuk meraih keuntungan di tengah krisis pada unggahan-unggahan berikutnya. "Hati-hati," pesannya.
Baca Juga
Melansir Cointelegraph, pengumuman penjualan BTC sempat mengejutkan beberapa investor, dan di tengah penurunan terburuk dalam siklus saat ini, Bitcoin jatuh dan sempat di US$ 80.000-an sebelum rebound kembali ke sekitar US$ 85.000 ketika berita ini ditulis.
Adapun, Indeks Ketakutan & Keserakahan Kripto, sebuah metrik yang melacak sentimen pasar investor, jatuh ke level terendah multi-tahun di angka 11 pada hari Jumat lalu, menunjukkan "ketakutan yang ekstrem," menurut CoinMarketCap.
Bitcoin telah anjlok lebih dari 33% dari level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 126.000 yang dicapai pada bulan Oktober, beberapa hari sebelum kejatuhan pasar bersejarah pada 10 Oktober yang memicu likuidasi satu hari terparah dalam sejarah kripto.
Peter Brandt, seorang pedagang veteran dengan pengalaman puluhan tahun, mengatakan pada hari Kamis bahwa Bitcoin akan mencapai US$ 200.000 pada kuartal ketiga 2029, menambahkan bahwa lonjakan harga di pasar ini positif bagi BTC, yang membuatnya tetap optimis dalam jangka panjang.
Aliran keluar yang mencapai rekor dari dana yang diperdagangkan di bursa Bitcoin dan penurunan yang sedang berlangsung menandakan tekanan jangka pendek, alih-alih melemahkan permintaan institusional untuk BTC atau memburuknya fundamental, kata analis di bursa kripto Bitfinex.
Baca Juga
Ketidakpastian ekonomi global dan ekspektasi pemotongan suku bunga yang meredup menyebabkan pergeseran risiko besar-besaran, memicu likuidasi kripto masal dan penurunan tajam BTC. Koreksi pasar ini meninggalkan sentimen dalam "Ketakutan Ekstrem".
Meski demikian, sikapnya terhadap Bitcoin tetap konsisten. Kiyosaki memandang BTC sebagai aset jangka panjang di tengah ketidakpastian ekonomi sambil terus memprioritaskan investasi yang menghasilkan arus kas sebagai dasar strategi keuangannya.
Penulis termasyhur ini selama bertahun-tahun telah menyuarakan kekhawatiran tentang stabilitas keuangan global, daya tahan mata uang fiat, dan tekanan jangka panjang terhadap dolar AS. Pesan terbarunya menggema peringatan yang lebih luas tersebut, diakhiri dengan: “Ekonomi dunia sedang dalam perjalanan liar.”

