Lebih dari 70% Dana Aktif Bitcoin dalam Kerugian, Apa yang Terjadi?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Harga Bitcoin kembali mengalami tekanan besar, memicu salah satu gelombang kerugian belum terealisasi (unrealized losses) terbesar dalam siklus pasar saat ini. Dengan lebih dari 70% dana aktif yang terjebak di posisi rugi, pasar menunjukkan tanda-tanda ketakutan ekstrem di kalangan investor ritel.
Bitcoin sempat mengalami penurunan tajam menuju level US$ 80.000, merosot hampir 35% dari puncak harga US$ 126.000 yang tercapai pada Oktober 2025. Koreksi ini bukan hanya berdampak teknikal, tetapi juga mengguncang fundamental psikologis pasar.
Menurut data dari Checkonchain, sekitar 71,2% dari kapitalisasi realisasi jaringan saat ini berada di bawah harga pasar. Artinya, sebagian besar investor membeli BTC di harga yang lebih tinggi dibandingkan harga saat ini.
Melansir dari Pintu, Senin (24/11/2025), kapitalisasi realisasi adalah metrik yang mengukur nilai total semua Bitcoin berdasarkan harga saat terakhir kali dipindahkan di jaringan. Ini mencerminkan “harga beli kolektif” dari seluruh pasar aktif.
Dalam konteks saat ini, data menunjukkan bahwa sebagian besar koin terakhir berpindah tangan saat Bitcoin diperdagangkan di atas US$ 86.500. Dengan harga saat ini berada di bawah level tersebut, mayoritas investor jangka pendek kini berada dalam posisi rugi. Ini menandakan tekanan psikologis besar dan mendorong sebagian besar pelaku pasar untuk menjual asetnya, sekalipun dengan kerugian.
Lebih lanjut, penurunan harga yang signifikan juga tercermin dalam indikator on-chain lainnya. Data dari Glassnode mencatat bahwa Relative Unrealized Loss melonjak ke angka 8,5% dari total kapitalisasi pasar.
Dalam pasar bull yang sehat, angka ini biasanya berada di bawah 5%. Lonjakan ini menunjukkan bahwa pasar sedang mengalami kerugian besar secara kolektif, yang dapat dianggap sebagai tanda bahwa kepanikan sedang mencapai puncaknya.
Santiment, platform analitik media sosial blockchain, juga mencatat penurunan drastis dalam sentimen publik. Analisis terhadap percakapan di platform seperti X (Twitter), Reddit, dan Telegram menunjukkan bahwa banyak investor ritel mulai mengalami kapitulasi, menjual aset dalam kondisi panik. Ini sering kali menjadi sinyal bahwa pasar sedang mendekati titik balik, karena tekanan jual terbesar telah terjadi.
Kondisi pasar saat ini mencerminkan lebih dari sekadar volatilitas harga jangka pendek. Ini tampaknya merupakan bagian dari market reset atau penyaringan ulang struktur kepemilikan, di mana investor yang tidak tahan menghadapi tekanan pasar (weak hands) mulai keluar.
Secara historis, fase-fase dengan tingkat kerugian belum terealisasi tinggi dan sentimen pasar yang sangat negatif sering kali mendahului pemulihan harga yang signifikan. Namun, belum ada jaminan bahwa harga akan segera pulih, karena arah selanjutnya masih sangat tergantung pada faktor makroekonomi, pergerakan whale, dan kebijakan moneter global.

