Apa yang akan Terjadi Ketika Seluruh Bitcoin Berhasil Ditambang?
JAKARTA, investortrust.id - Kelangkaan menjadi salah satu keunikan Bitcoin yang hanya memiliki pasokan maksimal 21 juta. Setiap harinya Bitcoin terus ditambang oleh para miner yang akan mendapatkan reward.
Blockchain Bitcoin dirancang dengan prinsip pasokan yang terkontrol, di mana hanya 21 juta koin yang dapat ditambang dan beredar di pasar. Saat ini, penambang mendapatkan 3,125 BTC untuk setiap blok yang mereka verifikasi. Namun setiap empat tahun sekali, imbalan Bitcoin ini akan berkurang setengahnya melalui proses yang disebut halving dan Bitcoin diperkirakan akan habis ditambang sekitar tahun 2140.
Mengutip Pintu Academy, Selasa (8/10/2024) ada beberapa peristiwa yang terjadi jika semua Bitcoin telah habis ditambang. Pertama, imbalan berupa biaya transaksi di mana setelah seluruh Bitcoin ditambang, penambang akan mendapatkan imbalan hanya dari biaya transaksi. Saat harga Bitcoin naik, biaya transaksi juga akan naik, yang memastikan pendapatan bagi penambang tetap ada.
Baca Juga
Pembaruan Bitcoin Core 28.0: Perbaiki Kerentanan dan Tingkatkan Desentralisasi
Kedua yakni adanya perubahan peran Bitcoin. Peran pertama bisa saja menjadi alat pembayaran dunia atau menjadi aset cadangan seperti emas.
Ketiga adalah inovasi penambangan Inovasi dalam teknologi penambangan terus berkembang, dari penggunaan komputer biasa hingga mesin ASIC yang lebih efisien. Di masa depan, diharapkan ada mesin yang lebih hemat energi, serta penemuan sumber energi murah dan terbarukan untuk mendukung kegiatan penambangan.
Keempat mengenai kekhawatiran deflasi. Bitcoin yang cenderung deflasioner membuat beberapa pakar ekonomi khawatir mengenai penggunaannya dalam sistem finansial. Namun, karena Bitcoin dapat dipecah menjadi pecahan terkecil, nilai barang dalam Bitcoin akan menyesuaikan, menjaga stabilitas ekonomi meski tidak ada Bitcoin baru yang dicetak.
Baca Juga
JPMorgan: Bitcoin dan Emas Diuntungkan dari Ketegangan Geopolitik dan Pemilu AS

