Laba Mayora (MYOR) Tergerus Jadi Rp 1,88 Triliun hingga Kuartal III-2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Mayora Indah Tbk (MYOR), produsen makanan dan minuman terkemuka di Indonesia, mencatatkan penurunan laba bersih menjadi Rp 1,88 triliun hingga akhir September 2025, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 2,06 triliun. Penurunan dipicu tekanan nilai tukar dan kenaikan biaya produksi global.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang tidak diaudit, Mayora (MYOR) berhasil mencetak kenaikan penjualan bersih sebesar 6% menjadi Rp 27,16 triliun, dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp 25,64 triliun pada kuartal III-2024. Peningkatan penjualan ini terutama ditopang oleh pertumbuhan volume di segmen makanan olahan dan minuman siap konsumsi, baik di pasar domestik maupun ekspor.
Baca Juga
Masih Tumbuh, Metrodata (MTDL) Bukukan Laba Rp 469,61 Miliar pada Kuartal III-2025
Dari sisi profitabilitas, laba kotor Mayora mencapai Rp 5,76 triliun, naik dari Rp 6,12 triliun tahun sebelumnya. Namun, peningkatan harga bahan baku dan biaya distribusi menekan laba usaha menjadi Rp 2,39 triliun, turun dibanding Rp 2,73 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
MYOR juga mencatat beban selisih kurs bersih yang meningkat pesat menjadi Rp 442,22 miliar, berbalik dari Rp 250,79 miliar pada 2024, akibat fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Meski demikian, penghasilan bunga mencapai Rp 111,92 miliar dan pendapatan lain-lain naik menjadi Rp 121,77 miliar, membantu menahan penurunan laba sebelum pajak yang tercatat sebesar Rp 2,36 triliun.
Baca Juga
ARCI Berbalik Laba Jumbo US$ 71,09 Juta hingga Kuartal III-2025
Setelah memperhitungkan beban pajak Rp 473,43 miliar, Mayora menutup periode sembilan bulan pertama 2025 dengan penurunan laba tahun berjalan Rp 1,88 triliun. Adapun laba per saham turun dari Rp 90 menjadi Rp 83 per saham.

