Target Pendapatan dan Saham Mayora (MYOR) Direvisi Naik, Simak Faktor Berikut Ini
JAKARTA, investortrust.id – Target harga saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) direvisi naik dari Rp 3.200 menjadi Rp 3.350, seiring dengan lompatan kinerja keuangan semester I-2024. Apalagi ekspektasi pertumbuhan volume penjualan terus berlanjut sampai akhir tahun ini.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Senin (5/8/2024), menyebutkan saham MYOR direvisi naik dari semula Rp 3.200 menjadi Rp 3.350. Dengan penutupan level Rp 2,470 akhir pekan lalu, terbuka peluang penguatan 35,6% atas saham ini.
Baca Juga
Outlook Kinerja Mayora (MYOR) Terus Menguat, Bagaimana dengan Sahamnya?
Analis BRI Danareksa Sekuitas Natalia Sutanto mengatakan, Mayora secara konsisten menunjukkan penjualan paruh kedua setiap tahun sebagai penyumbang terbesar terhadap pendapatan dan laba bersih. Berdasarkan data laba bersih semester II setara dengan 52-55% terhadap total pendapatan tahunan.
Estimasi Kinerja Keuangan MYOR
“Kami memperkirakan kondisi serupa akan terjadi pada semester II tahun ini, apalagi dengan ekspektasi peningkatan ekspor sejak kuartal III hingga akhir tahun,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Namun demikian, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan tingkat margin keuntungan Mayora pada paruh kedua tahun ini kemungkinan tertekan. Penurunan dipengaruhi peluang kenaikan harga bahan baku, seperti kakao dan kopi, yang telah mengalmai kenaikan.
Baca Juga
Hingga semester I-2024, perseroan membukukan kenaikan pendapatan sebanyak 9% dari Rp 14,81 triliun menjadi Rp 16,22 triliun. Laba bersih melesat 41% dari Rp 1,21 triliun menjadi Rp 1,71 triliun. Realisasi laba bersih tersebut setara dengan 52% dari target BRI Danareksa Sekuritas.
Lompatan kinerja semester I dan potensi pertumbuhan penjualan tetap pesat semester II mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target pendapatan Mayora (MYOR) tahun ini. Proyeksi pendapatan direvisi naik dari Rp 33,94 triliun menjadi Rp 35,07 triliun, seiring dengan ekspektasi kenaikan harga jual produk. Sedangkan laba bersih direvisi turun sedikit dari Rp 3,36 triliun menjadi Rp 3,33 triliun akibat peluang tekanan margin keuntungan.
Grafik Saham MYOR

