Optimistis Bertumbuh Moderat di 2026, Begini Rekomendasi dan Target Harga Saham United Tractors (UNTR)
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) tetap dipertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 32.200, meskipun target penjualan untuk tahun fiskal 2025 direvisi turun. Target harga kuat tersebut mencerminkan prospek kuat kinerja tahun 2026.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan & Kafi Ananta dalam riset belum lam ini menyebutkan bahwa UNTR tengah menatap prospek positif pada 2026, terutama didukung penjualan alat berat, segmen pertambangan, dan logam. “Strategi diversifikasi UNTR di emas, nikel, dan coal contracting memberikan potensi pertumbuhan jangka menengah yang menjanjikan,” tulisnya.
Baca Juga
UNTR Bagikan Dividen Interim Rp 2,06 Triliun, ASII akan Kebagian Segini
Terkait tahun ini, BRI Danareksa Sekuritas berdasarkan earning call yang digelar UNTR baru-baru ini terungkapkan revisi turun target penjualan alat berat Komatsu dari semula 4.500 unit menjadi 4.400 unit pada 2025. Pemangkasan dipicu pelemahan permintaan dari sektor pertambangan batu bara. Sedangkan penjualan tahun depan diprediksi meningkat menjadi 4.500 dengan asumsi harga batu bara pulih.
Sedangkan segmen usaha kontraktor pertambangan (mining contracting) diprediksi merealisasikan 0verburden (OB) 1,13–1,18 miliar bcm tahun ini. Tahun 2026, OB diprediksi stabil cenderung anik didukung kontrak penuh Vale dan efisiensi biaya.
Segmen pertambangan batubara diprediksi menjual sebanyak 11,8 juta ton batu bara thermal. Volume penjualan diprediksi kembali meningkat menjadi 15,6 juta ton dengan 35% met coal. Lompatan didukung fasilitas pelabuhan baru.
Baca Juga
Siapkan Dana Rp 2 Triliun, United Tractors (UNTR) akan Buy Back Saham
Dari segmen usaha emas, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, UNTR membidik penjualan sebanyak 234 ribu oz tahun ini. Volume tahun depan diprediksi mencapai 215-200 ribu oz dengan focus perseroan memperbesar penjualan emas untuk pasar domestic terkait bea ekspor.
Segmen usaha nikel diprediksi menghasilkan 2 juta wmt (65% limonite, 35% saprolite). Volume tersebut diprediksi tetap bertahan tahun depan. Perseroan juga akan memulai commissioning Smelter RKEF tahun ini dan produksi komersial sebanyak 12k oz NPI tahun ini.

