UNTR Bagikan Dividen Interim Rp 2,06 Triliun, ASII akan Kebagian Segini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT United Tractors Tbk (UNTR) menetapkan pembagian dividen interim untuk tahun buku 2025 dengan total Rp 2,06 triliun atau setara Rp 567 per saham. Dividen tersebut akan dibayarkan kepada pemegang saham pada 24 Oktober 2025.
Berdasarkan pengumuman resmi manajemen UNTR di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (29/9/2025), berikut jadwal penting pembagian dividen interim UNTR, yaitu Cum Date Pasar Reguler & Negosiasi pada 7 Oktober 2025, Recording Date pada 9 Oktober 2025, dan pembayaran dividen 24 Oktober 2025.
Baca Juga
PGUN dan JARR Jadi Emiten Kelapa Sawit dengan Market Cap Terbesar di BEI, Haji Isam makin Kaya!
PT Astra International Tbk (ASII) selaku pengendali dengan kepemilikan 2,21 miliar atau 59,5% saham UNTR akan ketiban dividen senilai Rp 1,25 triliun. Nilai dividen tersebut merefleksikan yield sebanyak 2,15% dari harga penutupan saham UNTR level Rp 26.350 akhir pekan lalu.
Sebelumnya, United Tractors (UNTR) berkomitmen untuk terus memperkuat diversifikasi bisnis di sektor mineral usai mengumumkan rencana akuisisi PT Arafura Surya Alam (ASA). Perseroan juga membuka peluang akuisisi tambang mineral hingga Australia.
Investor Relations UNTR Ari Setiyawan menegaskan langkah ini sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan untuk menyeimbangkan portofolio antara bisnis batu bara dan non-batu bara, sekaligus membuka peluang ekspansi ke luar negeri, termasuk Australia.
“Kita punya aspirasi 2030 untuk menyeimbangkan portofolio antara coal dan non-coal. Ada beberapa proyek yang sedang dikaji, dan tidak menutup kemungkinan kita mencari potensi di luar Indonesia. Salah satu fokus area yang cukup potensial adalah di Australia,” ujar Ari.
Baca Juga
United Tractors (UNTR) Optimistis Penjualan 4.600 Unit Komatsu, Meski Permintaan mulai Melambat
Selain itu, dia menjelaskan, tambang ASA yang berada di bawah J Resources Asia Pacific Tbk (PSAB) saat ini memang belum beroperasi penuh. Namun, UNTR menilai aset tersebut memiliki prospek besar untuk dikembangkan. “Harapannya setelah diakuisisi, kita bangun atau redesign infrastrukturnya, kemudian membangun processing plant, sehingga bisa produksi emas dan menambah portofolio bisnis emas perseroan,” ucapnya.
UNTR kini memiliki dua tambang emas aktif. Pertama, PT Agincourt Resources (Tambang Martabe) dengan kapasitas sekitar 220–230 ribu ons per tahun. Kedua, PT Sumbawa Juta Raya (SJR) yang diperkirakan memproduksi sekitar 18 ribu ons pada 2025 dengan target optimal mencapai 35-40 ribu ons per tahun dalam beberapa tahun mendatang.

