Posco Akuisisi 65,72% Sampoerna Agro (SGRO), Putera Sampoerna Lepas Kendali
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Posco International Corporation melalui anak usanya AGPA Pte Ltd mengakuisisi dan menjadi pengendali baru PT Sampoerna Agro Tbk (AGRO). AGPA membeli sebanyak 65,721% saham SGRO dari pengendali Putera Sampoerna melalui Twinwood Family Holdings Ltd. Namun nilai transaksi saham tersebut belum diungkap.
AGPA adalah perusahaan induk yang bergerak di bidang investasi kelapa sawit yang aktif mengakuisisi lebih banyak perkebunan sawit dan berinvestasi pada pabrik untuk memurnikan minyak sawit serta memproduksi biofuel. AGPA sepenuhnya dimiliki oleh Posco International, yaitu perusahaan global asal Korea Selatan.
Adapun saham SGRO pada penutupan perdagangan kemarin di Bursa Efek Indonesia (BEI) mendadak melesat hingga auto reject atas (ARA). Saham ini SGRO ditutup menguat Rp 1.200 (19,92%) ke level tertinggi baru sepanjang masa Rp 7.225.
Baca Juga
IHSG Menguji Resistance 8.440, Tiga Saham Dipimpin RAJA Layak Dilirik
Manajemen SGRO dalam pengumuman resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (20/11/2025), menyebutkan bahwa Twinwood menyebutkan telah melepas seluruh saham miliknya sebanyak 1,19 miliar atau 65,721% saham SGRO kepada AGPA Pte. Transaksi tersebut telah direalisasikan pada 19 November 2025.
Seiring dengan akuisisi yang berdampak terhadap perubahan pengendali saham perseroan, AGPA akan segera merealisasikan penawaran tender wajib saham SGRO. Sebagaimana diketahui SGRO merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang dikendalikan secara tidak langsung Putera Sampoerna.
Presiden Direktur Grup Sampoerna Bambang Sulistyo menjelaskan, perseroan tetap berkomitmen untuk terus berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia, melalui lini bisnis lainnya dan mengkaji peluang baru sesuai kebutuhan dan tren usaha saat ini.
“Kami sangat bersyukur karena telah menemukan rumah baru bagi SGRO. Kami yakin, pemilik baru akan menjadi rumah yang baik bagi para pegawai dan membawa SGRO pada prospek pertumbuhan bisnis yang lebih baik ke depan,” ujar Bambang dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Baca Juga
Sampoerna Agro (SGRO) akan Berubah Menjadi Holding Company, Tujuan Ini Diungkap
Menurut dia, banyak investor dari dalam dan luar negeri yang tertarik terhadap industri kelapa sawit Indonesia. Namun, pihaknya meyakini POSCO International merupakan pemilik baru yang paling tepat dalam melanjutkan tren positif kinerja SGRO ke depan.
AGPA juga dipercaya mampu memberi nilai tambah bagi semua pemangku kepentingan, melalui pengalaman dan komitmennya pada industri kelapa sawit di Indonesia. “Kami mengucapkan terima kasih kepada semua yang terlibat dan kepada POSCO Internasional yang telah bersedia menjadi rumah baru bagi SGRO, yang bakal membawa perseroan bertumbuh ke depan. Hal ini juga merupakan kesempatan bagi kami untuk memfokuskan sumber daya kami di lini bisnis saat ini dan menjajaki sektor lainnya yang berpotensi di Indonesia,” papar Bambang lebih lanjut.
Di Indonesia, POSCO Grup aktif di berbagai sektor, antara lain PT Krakatau POSCO, pabrik baja terintegrasi di Cilegon, perusahaan joint venture dengan PT Krakatau Steel yang dibentuk untuk merevitalisasi industri baja Indonesia. Selain itu, POSCO terlibat dalam sektor energi melalui kerja sama dengan konsorsium Pertamina Hulu Energi North East Java.
Baca Juga
Jejak POSCO di industri sawit Indonesia dimulai dengan mengembangkan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Papua Selatan pada 2011 melalui PT Bio Inti Agrindo dan mengoperasikan tiga pabrik pengolahan minyak kelapa sawit yang memproduksi 210 ribu ton minyak sawit per tahun. POSCO International juga memiliki pabrik penyulingan minyak sawit di Balikpapan, Kalimantan Timur dengan kapasitas 500 ribu ton per tahun.
Seperti diketahui, sepanjang semester I-2025, SGRO mencatat kenaikan signifikan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 236,06% (yoy). Sementara itu, penjualan tumbuh sebesar 45,18% (yoy).
Bambang menambahkan, industri kelapa sawit dalam negeri tengah mengalami pertumbuhan signifikan di tingkat global, ditandai oleh pangsa produksi minyak sawit sekitar 60%, dengan ekspor minyak mentah sawit (crude palm oil/CPO) mencapai kurang lebih 50% dari total ekspor global.
Fokus Sampoerna
Dia pun menegaskan, Grup Sampoerna tetap akan berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia melalui lini bisnis strategis lainnya, di antaranya PT Bank Sahabat Sampoerna, Sampoerna Kayoe, PT Sampoerna Land dan Putera Sampoerna Foundation sebagai usaha filantropi di bidang pendidikan.
“Dengan potensi pertumbuhan ekonomi yang dimiliki negeri ini, kami terus fokus pada lini bisnis strategi yang ada saat ini dan mengkaji peluang baru yang menjanjikan ke depan untuk tetap berkontribusi bagi perekonomian Indonesia. Kami juga tetap akan memajukan pendidikan bangsa melalui entitas PT Sampoerna Foundation (filantropi), sebagai pilar utama dalam menyongsong Indonesia Emas ke depan,” sambung Bambang.
Terkait transaksi ini, perseroaan menginformasikan bahwa Deutsche Bank bertindak secara eksklusif sebagai penasihat keuangan untuk Twinwood. Demikian juga Baker McKenzie, bersama afiliasinya Baker McKenzie Wong & Leow di Singapura dan HHP Law Firm di Indonesia, bertindak sebagai kuasa hukum untuk Twinwood.

