Sampoerna Agro (SGRO) akan Berubah Menjadi Holding Company, Tujuan Ini Diungkap
JAKARTA, investortrust.id – PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) akan menjadi perusahaan holding atau holding company dari sebelumnya bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit dan industry minyak sawit. Perubahan tersebut bertujuan untuk mendorong pertumbuhan kinerja perseroan secara berkelanjutan ke depan.
Manajemen SGRO dalam pengumuman resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (28/3/2025) menyebutkan bahwa perseroan nantinya menjadi perusahaan yang focus pada bidang investasi penyertaan modal pada entitas anak dan cucu usaha. Perubahan kegiatan usaha diprediksi membawa dampak positif terhadap keuangan perseroan ke depan.
Baca Juga
Putera Sampoerna Alihkan Saham Sampoerna Agro (SGRO), Ada Apa?
“Meskipun perseroan kehilangan pendapatan langsung dari kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit, pabrik kelapa sawit, dan perdagangan minyak kelapa sawit, namun imbal hasil investasi penyertaan modal pada anak usaha, jasa penasihat, dan perundingan diharapkan mensubstitusi pendapatan tersebut,” tulis prospectus ringkas perseroan.
Dengan perubahan kegiatan usaha ini, manajemen SGRO mengungkap, neraca keuangan diperkirakan meningkat pesat menjadi Rp 4,64 triliun pada 2029, dibandingkan tahun 2023 senilai Rp 333,57 miliar. Liabilitas perseroan juga diharapkan turun. Sedangkan ekuitas diharapkan meningkat hingga tahun 2029.
Aksi tersebut juga akan membuat laba usaha perseroan dari bisnis perkebunana kelapa sawit bisa melesat dari realisasi Rp 775,19 miliar pada 2024 menjadi Rp 1 triliun pada 2029. Sedangkan laba tahun berjalan diharapkan bisa melesat dari Rp 855,28 miliar menjadi Rp 1,14 triliun.
Baca Juga
Wall Street Tergilas Tarif Otomotif Trump, Dow Jatuh Hampir 200 Poin
Hingga akhir 2024, SGRO membukukan lompatan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dari Rp 438,71 miliar menjadi Rp 748,56 miliar. Kenaikan tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan perseroan dari Rp 5,62 triliun menjadi Rp 5,69 triliun.
Perseroan juga berhasil mencatatkan kenaikan laba usaha dari Rp 936,56 miliar menjadi Rp 1,26 triliun. Lompatan laba tersebut terdorong atas kenaikan pendapatan, penurunan beban pokok penjualan, serta stabilnya beban perseroan.
Sebelumnya, Sampoerna Agri Resources Pte Ltd telah menjual seluruh saham miliknya di Sampoerna Agro (SGRO) kepada Twinwood Family Holdings SFO Ltd. Sebanyak 1,26 miliar saham atau setara dengan 69,68% saham SGRO.
Baca Juga
Periode Februari 2025, Harga Referensi CPO Melemah dan Biji Kakao Menguat
Manajemen SGRO menyebutkan bahwa Twinwood merupakan pihak teraffiliasi dengan Sampoerna Agro, karena Putera Sampoerna tercatat sebagai pemegang 100% saham Twinwood dan 100% saham Sampoerna Agri.
Manajemen SGRO menyebutkan pengalihan saham tersebut bertujuan untuk restrukturisasi kepemilikan saham perseroan dalam grup usaha Sampoerna. Aksi ini tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, keuangan, hingga kelangsungan usaha perseroan.

