IHSG Melemeh Tipis 0,29% Pekan Ini, Terseret Saham DSSA, BBCA hingga BREN
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan ini gagal tembus level penutupan 8.400, bahkan mengalami penurunan sebanyak 24,15 poin (0,29%) menjadi 8.370. Rentang pergerakan 8.338-8.478. Penurunan tersebut memicu kapitalisasi (market cap) pasar saham menjadi Rp 15.316 triliun.
Penurunan indeks pekan ini dipicu pelemahan saham-saham big cap dengan sektor penekan sektor keuangan dengan pelemahan 1,12%, sektor kesehatan 1,61%, sektor konsumer primer 0,70%, sektor konsumer non primer 0,09%, dan sektor material dasar 0,03%. Sebaliknya kenaikan masih melanda saham sektor infrastruktur, transportasi, property, dan energi.
Baca Juga
IHSG Ditutup Turun Tipis, Sebaliknya 8 Saham Dipimpin LION Cetak ARA
Sedangkan saham yang menjadi penekan utama indeks pekan ini datang dari penurunan saham big cap, seperti DSSA melemah 8,8%, BBCA turun 2,88%, AMMN melemah 6,05%, BBRI turun 2,01%, BREN melemah 2,26%, dan CUAN turun 6,11%. Sebaliknya penopang indeks dari kejatuhan adalah saham MORA, BUMI, BRPT, TLKM, dan GOTO.
Dibandingkan dengan lima negara Asean lainnya, penurunan indeks BEI relative rendah hanya 0,29%, indeks Filipina anjlok 3,04% dan Thailand melemah 2,58%. Kondisi berbeda dicatatkan indeks saham Vietnam dengan kenaikan 2,05%, Singapura menguat 1,20%, dan bursa saham Malaysia menguat 0,40%.
Net Buy
Meski IHSG melemah, pemodal asing justru mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham bernilai jumbo Rp 3,84 triliun pekan ini didukung adanya crossing saham dari domestic ke asing melalui pasar negosiasi. Bahkan, net buy pekan ini mengalahkan nilai pekan sebelumnya mencapai Rp 3,45 triliun.
Baca Juga
Tarif AS untuk Swiss Turun ke 15%, Investasi Jumbo Mengalir ke Amerika
Tingginya net buy pekan ini dipicu adanya crossing saham dari pemodal domestic ke pemodal asing melalui pasar negosiasi untuk saham CASA senilai Rp 2,68 triliun dan saham EMAS sebanyak Rp 1,19 triliun. Tanpa adanya crossing tersebut, pemodal asing justru mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham di pasar negosiasi senilai Rp 332,33 miliar.

