Tarif AS untuk Swiss Turun ke 15%, Investasi Jumbo Mengalir ke Amerika
Poin Penting
- AS dan Swiss mencapai kesepakatan dagang yang memangkas tarif menjadi 15% serta membuka jalan bagi lebih banyak investasi Swiss di Amerika.
- Perusahaan Swiss berkomitmen menanamkan investasi US$200 miliar di AS hingga 2028, termasuk pendidikan dan pelatihan.
- Washington mempertahankan tarif untuk menekan defisit dagang, sementara Swiss sepakat mengelola surplus perdagangannya dengan AS.
- Swiss franc menguat 0,4% setelah pengumuman kesepakatan; ekonomi Swiss sebelumnya terpukul tarif 39% era Trump.
WASHINGTON, investortrust.id - Amerika Serikat dan Swiss telah mencapai kesepakatan dagang. Kesepakatan itu mencakup pemangkasan tarif AS menjadi 15% serta membuka jalan bagi lebih banyak investasi Swiss di Amerika.
Baca Juga
Indonesia dan Swiss Perkuat Kemitraan Ekonomi, Fokus di Lima Bidang Ini
Pemerintah Swiss dalam unggahan di platform X menyebutkan tarif akan dipangkas menjadi 15%.
Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, perusahaan-perusahaan Swiss berjanji menginvestasikan sekitar US$200 miliar di AS hingga akhir 2028, termasuk pendanaan untuk pendidikan dan pelatihan, menurut pernyataan pemerintah Swiss.
“Kami sebenarnya telah mencapai kesepakatan dengan Swiss,” kata Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer kepada CNBC pada Jumat (14/11/2025). “Mereka akan mengirim banyak aktivitas manufaktur ke Amerika Serikat—farmasi, pemurnian emas, peralatan kereta api—dan kami sangat antusias dengan apa artinya bagi sektor manufaktur AS,” bebernya.
Greer menambahkan bahwa detail tambahan terkait kesepakatan—yang menurutnya telah dirundingkan sejak April—akan dipublikasikan di situs Gedung Putih.
Kesepakatan ini memastikan tarif khusus negara yang dikenakan pada barang Swiss setara dengan tarif untuk barang asal Uni Eropa.
“Seperti semua kesepakatan sang presiden, kami tetap mempertahankan tarif,” kata Greer. “Kami perlu mengendalikan defisit dagang. Tetapi karena Swiss telah setuju mengelola surplus perdagangannya dengan AS—misalnya dalam farmasi dan emas—perusahaan mereka akan membangun fasilitas di sini untuk mengurangi sumber surplus tersebut.”
Ia menyoroti raksasa farmasi Swiss, Roche, yang sebelumnya berkomitmen menanamkan US$50 miliar di AS.
Pemerintah Swiss menyatakan pengumuman pengurangan tarif tambahan ini akan membantu menstabilkan hubungan dagang bilateral. Meski tarif keseluruhan masih lebih tinggi dibandingkan sebelum kenaikan tarif pada April, pengurangan tersebut diharapkan berdampak positif pada ekonomi Swiss.
Pada Juli, Presiden Donald Trump mengumumkan tarif 39% untuk Swiss setelah delegasi Bern gagal mencapai kesepakatan dalam negosiasi di Washington.
Baca Juga
Negosiaisi Masih Berlanjut, Uni Eropa Tunda Tarif Balasan terhadap AS selama Enam Bulan
Langkah itu membuat Swiss menghadapi salah satu tarif tertinggi yang dikenakan pemerintah Trump pada satu negara.
Swiss—yang mengandalkan ekspor—sudah merasakan dampaknya. Bulan lalu, pemerintah Swiss memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026, menyebut beban berat tarif AS pada industri domestik sebagai penyebabnya.
Ekspor utama Swiss meliputi jam tangan, produk farmasi, dan logam mulia, serta terkenal dengan produk luxury, cokelat, dan perawatan kulit.
Swiss franc menguat 0,4% terhadap dolar AS setelah pengumuman kesepakatan pada Jumat.

