Net Buy Berlanjur Rp 415,82 Miliar, Asing Borong Saham BREN
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 415,82 miliar, meski Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/11/2025), ditutup berbalik melemah tipis sebanyak 3,35 poin (0,04%) menjadi 8.391,24.
Net buy terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) senilai Rp 310,50 miliar, PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) Rp 297,89 miliar, PT Dharma Henwa Tbk (DEWA) Rp 92,48 miliar, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) Rp 84,10 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 78,74 miliar.
Baca Juga
Menko Perekonomian Akui Redenominasi Bisa Berdampak ke Inflasi
Sebaliknya penjualan bersih (net sell) melanda saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 181,32 miliar, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp 141,38 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 129,95 miliar, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp 79,60 miliar, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 71,03 miliar.
Pelemahan tersebut berbanding terbalik dengan mayoritas sektor saham yang justru menguat, seperti sektor industri naik 3%, sektor material dasar menguat 1,19%, sektor properti naik 2,55%, sektor teknologi menguat 3,87%, dan sektor infrastruktur menguat 1,29%. Sebaliknya penurunan hanya melanda saham sektor kesehatan 0,74%.
Meski indeks melemah tipis, enam saham berikut justru catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham URBN menguat 34,78% menjadi Rp 186, BLUE naik 25% menjadi Rp 3.250, INET melesat 25% menjadi Rp 400, UANG naik 24,88% menjadi Rp 2.710, GLVA menguat 24,86% menjadi Rp 462, dan PJHB menguat 24,27% menjadi Rp 640. Kenaikan juga melanda saham URBN naik 31,88% menjadi Rp 182 dan SMKL naik 22,50% menjadi Rp 196. Kenaikan pesat juga melanda saham NRCA sebanyak 21,43% menjadi Rp 1.020, TALF menguat 20,79% menjadi Rp 610, dan KBLV menguat 20,42% menjadi Rp 171.
Adapun sepanjang pekan lalu, IHSG berhasil mencetak rekor tertinggi atau penutupan tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) selama tiga hari beruntun. Rekor tersebut menjadikan penguatan pekan ini mencapai 2,83% menjadi 8.394.
Baca Juga
Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Fadli Zon Sebut Tak Ada Masalah Hukum
Rekor pertama terjadi pada 5 November dengan penguatan indeks sebanyak 76,61 poin (0,93%) menjadi Rp 8.318. Rekor selanjutnya terjadi pada 6 November setelah menguat 18,53 poin (0,22%) menjadi Rp 8.337. Terakhir rekor pada 7 November dengan penguatan 57,53 poin (0,69%) menjadi 8.394.
Penguatan tersebut memicu kapitalisasi pasar BEI melesat sebanyak Rp 459 triiliun atau 3,09% menjadi Rp 15.316 triliun. Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 3,45 triliun sepanjang pekan ini.

