Rekor Tiga Hari Beruntun, IHSG Melonjak 2,83% hingga Asing Borong BBCA Sepekan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil mencetak rekor tertinggi atau penutupan tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) selama tiga hari beruntun sepanjang pekan ini. Rekor tersebut menjadikan penguatan pekan ini mencapai 2,83% menjadi 8.394.
Rekor pertama terjadi pada 5 November dengan penguatan indeks sebanyak 76,61 poin (0,93%) menjadi Rp 8.318. Rekor selanjutnya terjadi pada 6 November setelah menguat 18,53 poin (0,22%) menjadi Rp 8.337. Terakhir rekor pada 7 November dengan penguatan 57,53 poin (0,69%) menjadi 8.394.
Baca Juga
Bursa AS Bergejolak Tertekan Saham AI dan Data Ekonomi, Indeks Nasdaq Tergerus 3% dalam Sepekan
Penguatan tersebut memicu kapitalisasi pasar BEI melesat sebanyak Rp 459 triiliun atau 3,09% menjadi Rp 15.316 triliun. Adapun rata-rata volume dan nilai transaksi saham cenderung mengalami penurunan sepanjang pekan ini.
Penyumbang utama kenaikan indeks pekan ini ditopang kenaikan sejumlah saham big cap konglomerasi, seperti saham DSSA naik 18,24%, saham BREN menguat 14,99%, saham TLKM naik 8,1%, BBCZ menguat 1,76%, dan ASII naik 4,47%. Sumbangan juga datang dari kenaikan saham CUAN 13,93%, PTRO mencapai 25,71%, dan COIN 23,81%.
Baca Juga
Wamen Farida Dorong Koperasi Merah Putih dan Koperasi Eksisting Manfaatkan Peluang Ekosistem MBG
Adapun sektor utama penyumbang penguatan indeks pekan ini datang dari sektor infrastruktur dengan kenaikan 5,98%, sektor energi 4,88%, sektor industry naik 4,12%, sektor konsumer primer 3,25%, sektor teknologi 2,85%, dan sektor logistic 2,54%.
Penguatan tersebut menjadikan kenaikan IHSG BEI sepanjang year to date (ytd) mencapai 18,57% menjadi 8.394. Penguatan indeks tertinggi ketiga di Asean setelah indeks Vietnam naik 30,64% dan Strait Times Singapura naik 18,60%.
Net Buy Berlanjut
Selain lompatan indeks, pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 3,45 triliun sepanjang pekan ini. Nilai net buy turun dari periode sama pekan sebelum sebanyak Rp 5,53 triliun. Hal ini membuat net sell saham oleh pemodal asing sepanjang year to date (ytd) turun menjadi Rp 38,32 triliun.
Net buy terbanyak pekan ini disumbangkan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1,28 triliun, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 814,78 miliar, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) 527,76 miliar, PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp 515,48 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 504,26 miliar.

