Simak! Ini Sederet Peristiwa Ekonomi Penting di Bulan November yang Berpotensi Pengaruhi Harga Kripto
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Di bulan Oktober, Bitcoin sempat mencapai harga tertinggi baru, lalu ada tarif AS kembali mengancam dan pemangkasan suku bunga The Fed di tengah keterbatasan data akibat shutdown pemerintah AS, sehingga pasar dipenuhi ketidakpastian. Oktober diawali dengan harga tertinggi baru Bitcoin di atas US$ 126.000 (sekitar Rp 2,06 miliar), yang kemudian dikandaskan oleh pengumuman 100% tarif dagang terhadap Tiongkok oleh Presiden Donald Trump pada tanggal 6 Oktober, yang menggoyahkan Bitcoin dan aset kripto lainnya. Harga kripto telah mengalami pemulihan, dan mencari titik konsolidasi baru, dengan beberapa kali mengalami lonjakan optimisme.
Di tengah volatilitas, Bitcoin menutup bulan Oktober dengan turun hanya 3% dalam sebulan terakhir, terutama mengingat harga tertinggi baru dicapai di awal bulan. Lalu bagaimana dengan bulan November, berikut informasi yang dikutip dari Luno.
Angka pengangguran AS
7 November
Mengapa ini penting
Belum pasti apakah data ini akan dirilis tepat waktu mengingat shutdown pemerintah AS yang masih berlangsung. The Fed telah menyatakan sinyal tekanan awal di sektor ketenagakerjaan, dan para investor akan memperhatikan dengan cermat untuk mengukur kecepatan pemotongan suku bunga ke depannya. Data bulan September tidak dirilis, namun perkiraan dan sumber-sumber swasta menyebutkan bahwa angka pengangguran berada di kisaran 4,34-4,35%, sedikit di atas angka 4,3% yang terjadi di bulan Agustus.
Baca Juga
Bitcoin Bertahan di Atas "Support" Psikologis US$ 100.000, Investor Pantau Level Kunci
Tenggat waktu tarif AS-Tiongkok
10 November
Mengapa ini penting?
Pasar telah mengalami volatilitas sejak AS mengumumkan tarif baru terhadap impor dari Tiongkok. Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping dijadwalkan akan bertemu di awal bulan November untuk mendiskusikan jalan tengah ke depannya. Tenggat waktu penangguhan dagang adalah 10 November, dan jika tidak ada kesepakatan yang dicapai, maka tarif bisa kembali naik, dan semakin memicu ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia, yang bisa berefek domino di pasar keuangan.
Angka inflasi AS
13 November
Mengapa ini penting?
Inflasi secara langsung mempengaruhi kebijakan moneter The Fed, dan data yang dirilis di bulan Oktober menunjukkan kenaikan di bawah prediksi, yang meningkatkan sentimen di pasar kripto dan saham. Angka CPI naik 0,3% dalam sebulan terakhir, turun dibandingkan dengan kenaikan 0,4% di bulan Agustus. Dalam 12 bulan terakhir, CPI naik 3,0%, sedikit di atas kenaikan 2,9% di bulan Agustus.
Notulen FOMC
19 November
Mengapa ini penting?
Usai pemangkasan 0,25% oleh The Fed dalam dua pertemuan berturut-turut, para investor akan mencermati sinyal dan level keberagaman pendapat di antara para pembuat kebijakan. Dalam pertemuan terakhir, opini panel terbagi dua, dan Ketua The Fed Jerome Powell bersikap hawkish terkait pemangkasan suku bunga lain di akhir tahun, dengan menyebutkan kurangnya data yang diakibatkan shutdown pemerintah.
Baca Juga
Revisi UU P2SK Dinilai Bisa Geser Peran Pelaku Kripto, Industri Minta Regulasi Lebih Seimbang
Tenggat waktu ETF kripto
November/Desember
Mengapa ini penting
Keputusan SEC atas beberapa exchange-traded fund (ETF) kripto tertunda di bulan Oktober akibat shutdown pemerintah. Laporan-laporan yang masuk menyebutkan bahwa keputusan akan dilakukan di akhir bulan November atau Desember, tergantung kembalinya pegawai-pegawai pemerintah yang dirumahkan.
Tenggat waktu pembayaran Mt. Gox
Ditunda
Mengapa ini penting
Penundaan tenggat waktu pembayaran bulan Oktober telah diperpanjang satu tahun menjadi Oktober 2026. Beberapa komentator pasar memperingatkan bahwa pembayaran ini bisa memicu tekanan jual pada Bitcoin dan aset lain, karena kreditor yang telah menunggu lama kemungkinan akan melikuidasi kepemilikan mereka. Data dari Arkham menunjukkan bahwa Mt. Gox masih memiliki sekitar 34.689 BTC, atau setara dengan hampir US$4 miliar (sekitar Rp66 triliun) di level harga saat ini.

