Segmen Otomotif Cenderung Pulih, Saatnya Berburu Saham Astra (ASII)?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Astra International Tbk (ASII) menyampaikan pandangan positif terhadap kinerja bisnis otomotif pada tahun depan. Manajemen menilai prospek pemulihan pasar roda empat (4W) semakin kuat, seiring perbaikan kondisi ekonomi domestik dan pembiayaan yang diperkirakan lebih longgar.
Manajemen ASII menyampaikan bahwa permintaan kendaraan roda empat berpotensi meningkat seiring penurunan tekanan suku bunga bersamaan dengan pemulihan daya beli masyarakat. Kondisi ini diyakini mendorong volume penjualan kembali ke tren pertumbuhan setelah perlambatan yang terjadi tahun ini.
Baca Juga
Bedah Kinerja Lini Bisnis Astra (ASII) Kuartal III-2025, Agribisnis Tertinggi
Sementara itu, pasar sepeda motor (2W) diperkirakan tetap tangguh. Segmentasi konsumen roda dua yang banyak berada pada kelompok pendapatan menengah-bawah diperkirakan mendapat dukungan dari membaiknya hasil panen serta penyaluran program bantuan sosial pemerintah yang berjalan berkelanjutan.
Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas untuk tetap mempertahankan pandangan optimistis terhadap prospek industri otomotif nasional, sehingga saham ASII dipertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 7.500.
Sementara itu, analis BRI Danareksa Sekuritas Sabela Nur Amalina dan Nashrullah Putra Sulaeman dalam riset yang diterbitkan belum lama ini menyebutkan bahwa Astra International (ASII) akan mencatat kinerja kuat memasuki kuartal IV-2025, terutama dari segmen otomotif dan layanan keuangan.
Secara historis, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, sekitar 30% penjualan mobil tahunan Astra dibukukan periode akhir tahun, sehingga tren musiman ini diperkirakan kembali mengangkat volume penjualan. Dengan dorongan tersebut, total penjualan kendaraan roda empat Astra sepanjang 2025 berpotensi mencapai 770.000–780.000 unit, sejalan dengan proyeksi dasar perusahaan.
Baca Juga
BREN dan BRMS Masuk MSCI Global Standard, Minat Investor Asing Diprediksi Meningkat
Pangsa pasar diperkirakan tetap terjaga di kisaran 52,5–53%, ditopang kekuatan merek dan jaringan purna jual yang luas. Meski tekanan harga dari produsen otomotif asal Tiongkok masih berlanjut, posisi pasar yang kuat dinilai menopang harga jual rata-rata (ASP) dan margin bisnis otomotif.
Adapun lini usaha PT United Tractors Tbk (UNTR) diprediksi bergerak lebih moderat pada kuartal akhir tahun ini dipicu peningkatan curah hujan yang berdampak pada aktivitas pengupasan lapisan tanah (overburden). Namun, stabilnya pengiriman batu bara serta potensi penguatan musiman harga batu bara diperkirakan mampu menahan penurunan kinerja secara keseluruhan.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk tetap mempertahankan beli saham ASII dengan target harga Rp 6.700. Saat ini, saham ASII diperdagangkan pada level PE sekitar 7,5 kali tahun 2025 atau berada di bawah rata-rata lima tahun mencapai 7,8 kali. Bahkan terbuka potensi kenaikan valuasi, jika saham ASII mampu untuk mempertahankan pangsa pasar di atas 50%, pembagian dividen dengan yield sekitar 7%, dan kejelasan lebih terkait strategi ekspansi, termasuk peluncuran kendaraan hybrid (HEV).

