Bagikan

Bedah Kinerja Lini Bisnis Astra (ASII) Kuartal III-2025, Agribisnis Tertinggi

Poin Penting

Astra catat pendapatan Rp243,6 triliun dan laba Rp24,7 triliun hingga Q3-2025.
Lini agribisnis tumbuh tertinggi, laba AALI naik 34% yoy.
Infrastruktur dan TI juga alami kenaikan laba signifikan.

JAKARTA, investortrust.id – PT Astra International Tbk (ASII) mencetak pendapatan konsolidasi Rp 243,6 triliun tahun ini, sampai kuartal III-2025, dengan laba bersih Rp 24,7 triliun tanpa penyesuaian nilai wajar atas investasi di GoTo dan Hermina.

Dilihat dari kinerja laba bersih entitas anak, lini agribisnis Astra mencatatkan pertumbuhan paling besar, yang dikontribusi oleh PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI). Sepanjang January-September 2025, AALI memberikan kenaikan laba bersih 34% dibandingkan periode sama tahun lalu (year on year/yoy).

AALI yang 79,7% sahamnya dimiliki Astra International mencetak laba bersih Rp 853 miliar sampai kuartal III-2025. Kinerja ini didukung kenaikan harga minyak kelapa sawit (CPO) sebesar 14% menjadi Rp 14.277 per kilogram, serta peningkatan volume penjualan CPO dan produk turunannya sebanyak 14% menjadi 1,4 juta ton.

Kinerja cemerlang kelompok bisnis Astra selanjutnya adalah divisi infrastruktur grup dengan pertumbuhan keuntungan 28% (yoy) menjadi Rp 935 miliar. Manajemen menjelaskan, peningkatan ini diatribusi oleh tarif jalan tol yang lebih tinggi dan peningkatan volume lalu lintas. 

Grup Infrastruktur Astra mencatatkan peningkatan pendapatan harian sebesar 7% dari 396 km ruas jalan tol yang telah beroperasi sepanjang jaringan tol Trans-Jawa dan tol lingkar luar Jakarta.

Baca Juga

Grup Astra (ASII) Cetak Pendapatan Bersih Rp 243,6 Triliun, Laba Rp 24,7 Triliun

Selanjutnya, laba bersih dengan kenaikan tertinggi ketiga adalah divisi teknologi informasi grup yang berasal dari PT Astra Graphia Tbk (ASGR). Entitas anak yang 76,9% sahamnya dimiliki Astra International mencatatkan peningkatan laba bersih 20% (yoy) menjadi Rp139 miliar.

Corolla Concept yang diproduksi Toyota dipamerkan di Japan Mobility Show 2025 di Tokyo. Foto: Investortrust/Primus Dorimulu  

Kinerja tersebut terutama didorong pendapatan yang lebih tinggi dari bisnis solusi teknologi informasi, serta peningkatan marjin usaha.

Sisanya, lini bisnis Astra berupa jasa keuangan, properti, serta otomotif dan mobilitas, masing-masing mencatatkan kenaikan laba bersih 8%, 1%, dan 1% (yoy) hingga kuartal III-2025. Sementara lini bisnis alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi mencatatkan penurunan 26% (yoy) dalam perbandingan periode yang sama.

Di sektor otomotif, penjualan mobil PT Astra International Tbk  mengalami kenaikan secara beruntun dalam tiga bulan terakhir dengan pangsa pasar bergerak di area 50-53%.
Dibandingkan data penjualan mobil pada periode sama tahun lalu yang mencapai 357.802 unit, penjualan mobil Astra sepanjang Januari-September 2025 di atas kertas masih terkoreksi sekitar 16,85% (YoY).  Namun, jika dilihat secara bulanan (MoM), Astra berhasil membukukan penjualan mobil sebanyak 33.535 unit per September 2025.

Mobil untuk kalangan disabilitas hasil produksi Toyota dipamerkan di Japan Mobility Show 2025, di Tokyo, Jepang. Foto: Investortrust/Primus Dorimulu  

Angka tersebut menunjukkan kenaikan secara beruntun dalam tiga bulan terakhir.

Bahkan, penjualan mobil Astra per September 2025 itu menjadi yang tertinggi terhitung sejak Juni 2025. Pad abulan sebelumnya di  Agustus 2025,  Astra mencetak penjualan mobil sebanyak 30.558 unit, sementara pada Juli 2025 sebanyak 31.772 unit.


Adapun rekor tertinggi penjualan mobil Astra sepanjang tahun ini terjadi pada Februari, dengan mencatatkan penjualan sebanyak 38.546 unit. Rekor tertinggi kedua terjadi pada Maret 2025 dengan penjualan mobil sebanyak 37.735 unit.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024