Listing Perdana Saham Pelayaran (PJHB) Bertahan ARA, Simak Ekspansi Ini
JAKARTA, investortrust.id – Saham emiten transportasi dan logistik, PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB), berhasil torehkan kenaikan harga hingga auto reject atas (ARA) pada listing perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kamis (6/11/2025). Saham PJHB langsung menembus naik 24,85% atau 82 poin ke level Rp 412 per saham.
Perusahaan pelayaran ini menjadi emiten ke-24 yang melantai di pasar modal Indonesia sepanjang 2025. Antusiasme investor terhadap IPO PJHB tercermin dari kelebihan permintaan (oversubscribed) yang signifikan selama masa penawaran umum perdana.
Dalam proses penawaran umum yang berlangsung 31 Oktober-4 November 2025, PJHB melepas 480 juta saham baru atau setara 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga penawaran ditetapkan di Rp 330 per saham, berada di batas atas rentang harga bookbuilding Rp 310–Rp 330.
Baca Juga
Menariknya, saham PJHB mencatat oversubscribe hingga 267,04 kali dari porsi penjatahan terpusat (pooling). Capaian tersebut menempatkan PJHB di jajaran emiten baru dengan sambutan investor paling positif sepanjang tahun ini, baik dari kalangan ritel maupun institusional.
Bersamaan dengan IPO, Perseroan juga menerbitkan 240 juta Waran Seri I dengan rasio 2:1, di mana setiap dua saham baru memberikan hak atas satu waran. Waran ini dapat dikonversi menjadi saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 330 per saham. Jika seluruh waran dieksekusi, PJHB berpotensi meraih tambahan dana hingga Rp 79,2 miliar yang akan dialokasikan sebagai modal kerja untuk operasional kapal baru.
Direktur Utama PJHB, Go Sioe Bie yang akrab disapa Abie, menyebutkan langkah IPO merupakan strategi penting untuk memperkuat pendanaan dan mempercepat ekspansi bisnis.
Baca Juga
Stabilitas Makro Dorong Antusiasme Investor pada IPO Berkualitas
“Seluruh dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan sebagai belanja modal untuk membangun tiga kapal baru jenis LCT berkapasitas 2.500 DWT. Pembangunan kapal ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Perseroan untuk meningkatkan kapasitas armada dan memenuhi permintaan pengangkutan alat berat serta kontainer dari klien-klien kami,” ujar Abie di Gedung BEI, Jakarta, Kamis, (5/11/2025).
Dari total kebutuhan dana pembangunan tiga kapal tersebut, sekitar 94,11% atau Rp 153,4 miliar bersumber dari hasil IPO, sementara 5,89% atau Rp 9,6 miliar berasal dari kas internal Perseroan. Tambahan dana dari hasil pelaksanaan Waran Seri I nantinya juga akan digunakan sebagai modal kerja bagi operasional kapal baru.
Abie menegaskan, pencatatan saham PJHB di BEI menjadi momentum penting untuk memperluas akses pendanaan, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan daya saing perusahaan di industri pelayaran nasional.
Baca Juga
“Kami berharap kehadiran PJHB di Bursa Efek Indonesia dapat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam kepemilikan perusahaan ini. Kami juga ingin menjadi contoh perusahaan pelayaran nasional yang tumbuh berkelanjutan dan berorientasi pada nilai tambah bagi pemegang saham,” jelas dia.
Sejak berdiri pada 2008, PJHB telah dipercaya oleh sejumlah klien besar di sektor energi, pertambangan, dan perkebunan. Perseroan kini mengoperasikan lima unit kapal berkapasitas 1.300-2.500 metrik ton, dan berencana menambah tiga kapal baru guna menjawab permintaan yang terus meningkat.
“Urgensi pembangunan tiga kapal ini muncul karena seluruh armada kami sudah beroperasi maksimal. Dengan tambahan kapal baru yang dilengkapi teknologi terkini, kami optimistis dapat meningkatkan kepercayaan pasar terhadap kualitas layanan perseroan,” tutur Abie.

