BEI Bidik Masuk 10 Besar Bursa Efek Dunia pada 2030
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan dapat masuk dalam jajaran 10 besar bursa efek global berdasarkan kapitalisasi pasar (market cap) dan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada tahun 2030 mendatang.
“Target kita adalah menjadi top 10 bursa efek dunia. Dari sisi market cap maupun transaksi harian,” ujar Direktur Utama BEI, Iman Rachman, dalam Seminar Economic Outlook 2026 yang diselenggarakan investortrust.id di Jakarta, Rabu (5/11/2025).
Baca Juga
IHSG Ditutup Rekor ATH 8.318, Empat Saham Dipimpin COIN Cetak ARA
Hingga November 2025, kapitalisasi pasar BEI sudah naik ke peringkat 20 dunia, sementara dari sisi transaksi harian berada di peringkat ke-17. Iman optimistis target tersebut realistis untuk dicapai. “Saya rasa target 10 besar di 2030 bukanlah keniscayaan,” katanya.
Guna mewujudkan target tersebut, BEI tengah memperkuat sejumlah strategi, antara lain memperluas akses dan jangkauan layanan pasar modal, serta menghadirkan inovasi produk sesuai kebutuhan pasar. Dalam tiga tahun terakhir, BEI telah meluncurkan produk seperti structured warrant, single stock future, serta indeks MSCI Large Cap Hong Kong.
Selain itu, BEI memperluas kerja sama lintas bursa internasional. “Minggu lalu kita kerja sama dengan Singapore Stock Exchange, meluncurkan Depository Receipts (DR) yang underlying-nya saham-saham tercatat di BEI,” jelas Iman.
Baca Juga
Adi Sarana (ASSA) Tebar Dividen Interim Rp 20 per Saham, Intip Jadwalnya
BEI juga semakin aktif mendorong penawaran umum perdana (IPO), tidak hanya menunggu perusahaan datang tetapi membantu proses persiapan emiten. Iman menegaskan BEI perlu menjadi organisasi yang lebih agile dalam menyesuaikan diri terhadap dinamika pasar.
Dari sisi performa pasar modal, BEI menargetkan RNTH tahun ini mencapai Rp 14,5 triliun per hari, meningkat dari Rp 13,5 triliun tahun sebelumnya. “Benar, hari ini sudah Rp 16,6 triliun per hari, tetapi itu baru didorong oleh empat bulan terakhir. Kita masih melihat sustainability,” ujarnya.
Hingga saat ini, sebanyak 555 efek baru telah tercatat di pasar modal, melampaui target 430 efek. Jumlah investor juga bertambah 4 juta, lebih tinggi dari target penambahan 2 juta investor. “Kita cukup optimis bahwa pasar modal kita akan terus tumbuh. Kalau interest turun dan inflasi turun, biasanya bursa akan naik,” kata Iman menutup.

