IHSG Ditutup Rekor ATH 8.318, Empat Saham Dipimpin COIN Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (5/11/2025), ditutup mendadak melesat hingga cetak rekor penutupan tertinggi baru (all time high/ATH) sebanyak 76,62 poin (0,93%) menjadi 8.318.
Kenaikan tersebut ditopang penguatan mayoritas sektor saham, seperti sektor teknologi menguat 3,31%, material dasar naik 2,51%, sektor infrastruktur 1,04%, sektor keuangan 1,07%, sektor konsumer primer 0,67%, dan sektor konsumer non primer 0,51%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor industry dan property.
Baca Juga
Raih Rp 594 Miliar di Kuartal III 2025, Tugu Insurance (TUGU) Lampaui 85% Laba 2024
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham berikut catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham NTBK naik 34,78% menjadi Rp 155, SAFE menguat 34,78% menjadi Rp 248, COIN melesat 24,70% menjadi Rp 3.130, dan ELPI sebanyak 24,53% menjadi Rp 660. Kenaikan juga melanda saham BAPA sebanyak 31,34% menjadi Rp 92 dan TINS menguat 19,67% menjadi Rp 2.920.
Kemarin, IHSG ditutup melemah sebanyak 33,17 poin (0,40%) menjadi 8.241 akibat aksi ambil untung investor. Investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 305,08 miliar, terbesar TLKM Rp 373,36 miliar, BBCA Rp 334,96 miliar, dan BBNI Rp 151,95 miliar.
Baca Juga
Pelemahan tersebut dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar melemah 2,22%, sektor property 2,62%, sektor teknologi 1,15%, sektor konsumer primer 0,43%, sektor keuangan 0,37%, sektor konsumer non primer 0,38%, sektor infrastruktur 0,27%, dan sektor transportasi 0,45%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor industry 3,62%.
Meski IHSG melemah, sejumlah saham berikut justru catatkan penguatan pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham CINT ditutup menguat 33,77% menjadi Rp 206, FPNI naik 25% menjadi Rp 320, saham PTSP menguat 24,86% menjadi Rp 1.155, dan saham ATIC naik 24,80% menjadi Rp 780. Kenaikan juga melanda saham UVCR sebanyak 22,22% menjadi Rp 121.

