Kemenkeu Sebut Pertaruhan Ekonomi Dimulai Kuartal IV-2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (Dirjen SEF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu pertaruhan soal pertumbuhan ekonomi tahun 2025 akan dimulai pada kuartal IV ini. Sebab, berbagai inisiatif ekonomi digelontorkan di antara peralihan kuartal III dan IV.
Kuartal IV-2025 akan menjadi pijakan awal pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi pada 2026. Pada 2025 ini, outlook pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% optimis tercapai. Sementara, dalam jangka pendek ditargetkan pertumbuhan ekonomi dapat menuju ke arah 6%.
“Dengan begitu sentimen akan terus terbangun dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi tahun kuartal IV-2025 akan dilanjutkan kuartal I-2026,” ujar Febrio saat menjadi pembicara kunci, Investortrust Economic Outlook 2026, yang digelar di Ritz Carlton Hotel, Jakarta, Rabu (5/11/2025).
Untuk informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025 sebesar 5,04 % secara tahunan dan 1,43% secara kuartalan.
Baca Juga
BPS: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2025 Capai 5,04 % Secara Tahunan
Untuk itu, strategi APBN 2026, akan diarahkan dengan menggenjot belanja pemerintah lebih awal. “Kuartal I-2026 kementerian/lembaga (K/L) yang spending-nya besar akan dikoordinasikan agar realisasi belanjanya,” kata dia.
Upaya menggenjot belanja pemerintah pada kuartal I-2026 ini menjadi pembuktian. Sebab, tanpa bukti yang ada tidak akan terbangun kepercayaan, atau trust, swasta terhadap perekonomian.
“Maka, evidence kita tunjukkan dari janji yang diberikan,” ucap dia.
Baca Juga
Ekonom: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2025 di Kisaran 4,88%-5,05%
Febrio melihat gejolak global masih akan terus terjadi. Perang Ukraina dan Rusia masih akan terjadi, Timur Tengah yang bergejolak, serta beberapa tempat lain ada gejala konflik geopolitik. “Beberapa pihak mengatakan ini akan menjadi permacrisis,” ujar dia.
Selama 2025 ini, Febrio melihat kondisi perekonomian global masih melemah. Tetapi, pada 2026, terlihat belum ada titik cerah karena proyeksi ekonomi global masih berada di sekitar 2,9% secara tahunan.
“Bahkan kalau kita lihat beberapa ancaman itu akan terus berjalan. Dengan Amerika vs China akan terus berjalan. Kita harus melihat peluang dari kondisi tersebut,” kata dia.

