Pertaruhan Agung Sedayu dan Salim Grup di Balik IPO Saham Bangun Kosambi (CBDK), Bagaimana Prospeknya?
JAKARTA, investortrust.id – PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) atau CBD PIK2 telah mengumumkan rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham sebanyak 566,89 juta atau 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Aksi ini ditargetkan bisa menggalang dana maksimal Rp 2,30 triliun.
Saham tersebut akan dilepas kepada publik dengan rentang harga Rp 3.000-4.060 dengan PT Trimegah Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi. Direncanakan masa penawaran awal atau book building pada 13-20 Desember 2024, pernyataan efektif saham dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ditargetkan pada 30 Desember, target penawaran umum 3-9 Januari, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditargetkan pada 13 Januari 2025.
Baca Juga
Anak Usaha PIK2 (PANI) Bangun Kosambi (CBDK) Gelar IPO Saham Target Dana Rp 1,7-2,3 Triliun
Berdasarkan data pemegagang saham, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan 51% saham CBD PIK2. PANI sendiri merupakan perusahaan yang dikendalikan PT Multi Artha Pratama (MAP), yaitu perusahaan bersama Grup Agung Sedayu yang dikendalikan Sugianto Kusuma atau Aguan dan Grup Salim yang dikendalikan Anthoni Salim.
Sisanya masing-masing 24,50% saham CBD PIK2 dikuasai PT Agung Sedayu dan PT Tunas Mekar Jaya. Namun usai IPO saham, struktur kepemilikan saham akan berubah, yaitu PANI sebanyak 45,90%, AS dan TMJ masing-masing 22,05%, serta masyarakat 10%.
Lokasi Proyek CBD PIK2
Manajemen CBD PIK2 menyebutkan bahwa seluruh dana yang dihimpun dari IPO saham tersebut akan dimanfaatkan untuk penyertaan kepada affiliasai perseroan, yaitu PT Industri Pameran Nusantara (IPN) dalam bentuk ekuitas.
Dana tersebut selanjutnya digunakan IPN untuk mebiayai proyek pembangunan gedung untuk tujuan meeting,incentives, conference, dan exchibitions (MICE). IPN adalah perusahaan yang bergerak di bidang penyelenggaraan aktivitas MICE dan event khusus mencakup penyewaan tempat dan fasilitas dalam bentuk convention center, exhibition center, dan special venue.
Baca Juga
PIK2 (PANI) Cetak Lompatan Laba Atribusi 91,11% hingga Kuartal III-2024
Dari sisi kinerja keuangan, Bangun Kosambi (CBDK) membukukan pendapatan dan laba bersih semester I-2024 masing-masing Rp 969,40 miliar dan Rp 489,10 miliar. Angka tersebut turun dari realisasi periode sama tahun lalu masing-masing Rp 1,24 triliun dan Rp 545,32 miliar.
Perseroan dalam prospektusnya juga mengungkapkan bahwa CBD PIK2 berkomitmen untuk membagikan dividen tunasi kepada pemegang saham dengan rasio maksimal 40% dari saldo laba positif setelah penyisihan pencadangan wajib tahun 2024.
Agung Sedayu dan Salim
Bangun Kosambi Sukses (CBDK) dalam prospektusnya menyebutkan bahwa CBDK memiliki keunggulan kompetifit, dibandingkan perusahaan property lainnya. Keungulan tersebut datang dari dukungan kuat Grup Agung Sedayu dan Grup Salim yang secara bersama-saham tercatat sebagai pengendali saham PANI melalui PT Multi Artha Pratama (MAP).
Grup Agung Sedayu memiliki lahan pengembangan seluar 8.000 hektare, selain bertindak sebagai salah satu pengendali PIK2. Beberapa proyek yang dikembangkan Agung Sedayu adalah Gol Island at PIK, Ebony Island Pik, Puri Mansion Apartment Jakbar, Menara Jakarta at Kemyaroan, Hotel Langham Jakarta, Harris Suites Puri Mansion, Mal PIK Avenue, MOI, The Dharmawangsa, Green Sedayu, Pergudangan Green Sedayu Bizpark Cakung.
Baca Juga
PIK2 (PANI) Ungkap Alasan Revisi Naik Target Marketing Sales Jadi Rp 6 Triliun
Sedangkan Grup Salim merupakan merupakan grup bisnis global yang memiliki kegiatan bisnis yang beragam dan terintegrasi. Grup Salim memiliki beberapa divisi bisnis utama yaitu produksi makanan, agribisnis, distribusi dan ritel, telekomunikasi dan media, otomotif, bahan bangunan, real estat dan pengembangan kawasan industri, hotel dan resort, jasa keuangan, manufaktur kimia dan lainnya, infrastruktur dan bisnis strategis baru.
Struktur Pemegang Saham CBD PIK2
Bangun Kosambi Sukses (CBDK) juga menyebutkan bahwa perseroan beridiri di mega poryek berkonsep Smart City dengan akses yang terkoneksi dengan baik di kota mandiri PIK2. Kota MandiriPIK 2 merupakan kota mandiri baru berkonsep smart city yang memiliki lokasi strategis di bagian utara Jakarta yang terhubung dengan Tangerang, baik dari sisi utara, barat dan sekitarnya melalui jalan tol dan jalan boulevard, serta didukung adanya transportasi umum seperti Transjakarta.
Baca Juga
PIK2 disebut sebagai “the new Jakarta City” yang menghadirkan beberapa proyek-proyek seperti retail mall, exhibition and convention halls, kawasan bisnis (Islamic Financial Center), Indonesia Design District, pusat olahraga (golf course dan galaxy sport centre), hunian rumah tapak, destinasi kuliner, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya (RS Hermina, Tzu Chi International School, berbagai tempat ibadah).
Bangun Kosambi Sukses (CBDK) bersama anak usahanya memiliki cadangan lahan secara konsolidasi mencapai 735,2 hektare yang terletak di PIK2. Sebanyak 50% dari cadangan lahan tersebut belum dikembangkan.

