IHSG Sesi I Lanjutkan Penguatan 0,25%, Berikut 5 Saham Tercuan Dipimpin UVCR
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (4/11/2025), ditutup menguat 21,1 poin (0,25%) menjadi 8.296,18. Rentang pergerakan 8.272-8.311 dengan nilai transaksi Rp 8,64 triliun.
Kenaikan tersebut ditopang penguatan sejumlah sektor saham, seperti sektor industry naik 4,02%, sektor energi 0,41%, sektor infrastruktur 0,72%, sektor keuangan 0,18%, dan sektor konsumer non primer 0,03%. Sisanya dilanda penurunan.
Baca Juga
Adapun saham dengan penguatan paling pesat sesi I, yaitu saham UVCR melesat 26,26% menjadi 125, TOOL naik 25,42% menjadi Rp 74, FPNI naik 25% menjadi Rp 320, TALF naik 25% menjadi Rp 570, dan ATIC naik 22,40% menjadi Rp 765.
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 111,2 poin (1,36%) menjadi 8.275,08 dengan investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 1,03 triliun. Terbanyak saham BBCA Rp 444,97 miliar, PTRO Rp 161,26 miliar, dan BBRI Rp 151,62 miliar.
Baca Juga
Pasar Asia-Pasifik Bergerak ‘Mixed’, Indeks Kospi Korea Selatan Akhiri Reli 4 Hari
Kenaikan indeks kemarin ditopang penguatan saham sektor konsumer primer penyumbang utama sebanyak 2,18%. Selanjutnya sektor infrastruktur 1,76%, sektor transportasi naik 1,93%, sektor energi naik 1,36%, dan sektor material dasar 1,23%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor property dan teknologi.
Di tengah lompatan IHSG, sejumlah saham berikut torehkan kenaikan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham KICI melesat 34,72% menjadi Rp 260, UVCR naik 33,78% menjadi Rp 99, RANC menguat 25% menjadi Rp 1.000, ATIC naik 25% menjadi Rp 625, FPNI naik 24,27% menjadi Rp 256, dan POLU menguat 19,98% menjadi Rp 26.125. Meski tak ARA, saham KIOS melambung 22,54% menjadi Rp 87 dan TIRA naik 22,44% menjadi Rp 1.555.

