Usai Tembus Rekor 8.025, IHSG Kejar Level 8.102 dengan Saham Pilihan Berikut
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) selanjutnya bakal menuju level psikologis 8.102 setelah pada perdagangan Rabu (17/9/2025) ditutup rekor tertinggi sepanjang masa posisi 8.025. IHSG ditutup menguat 67,48 poin atau 0,85% dari level sebelumnya, dengan rentang pergerakan 7.940–8.025 dan nilai transaksi sebesar Rp16,04 triliun.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana atau Didit, menilai tren penguatan IHSG masih berada pada fase uptrend. “IHSG sudah menguji kembali area 8.000. Jika mampu menembus resistance kuat di 8.022, maka arah selanjutnya berpotensi menuju 8.102. Dari sisi sektoral, finansial dan properti patut diperhatikan,” ujar Didit kepada investortrust.id, Rabu (17/9/2025).
Baca Juga
Dari sisi fundamental, VP Marketing, Strategy & Planning Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, menilai penguatan IHSG ditopang kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) yang memangkas suku bunga acuan 25 basis poin (bps) ke level 4,75%. Kebijakan tersebut beriringan dengan ekspektasi penurunan Fed Funds Rate (FFR) hingga 3,75% atau tiga kali pemangkasan sampai akhir 2025.
“Kebijakan ini mendorong arus modal asing seiring investor memburu return lebih tinggi, sekaligus menurunkan cost of fund yang dapat meningkatkan permintaan kredit,” jelas Audi.
Dia menambahkan, sektor perbankan, konstruksi, dan consumer staples menjadi penerima manfaat utama (big beneficiaries). Sedangkan sektor properti, semen, dan ritel berpotensi menjadi pendorong sekunder, didukung peningkatan likuiditas dan realisasi proyek pemerintah melalui APBN. Audi merekomendasikan saham BBRI dengan buy target Rp4.250, BMRI buy target Rp5.600, TLKM buy target Rp3.240, dan PTPP trading buy target Rp436.
Baca Juga
Saham Oscar Mitra (OLIV) Melesat 315%, Ternyata Konsorsium Ini Mau Akuisisi 77,9%
Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai berdasarkan Weekly Relative Rotation Graph (RRG), sektor siklikal (IDX Cyclicals) dan properti (IDX Property) berpeluang memimpin penguatan dari fase perbaikan. Adapun sektor industri (IDX Industrials) dan teknologi (IDX Technology) sudah berada di fase memimpin (leading).
“Sektor non-siklikal (IDX Non-cyclicals) dan finansial (IDX Financials) masih dalam proses perbaikan dan berpotensi melanjutkan penguatan,” ujar Nafan.
Ia juga menyoroti sejumlah saham berkapitalisasi menengah dengan valuasi murah dan dividen menarik yang bisa dicermati investor. Rekomendasi saham tersebut meliputi AUTO, BBNI, BBRI, BBTN, BMRI, BNGA, BTPS, ELSA, ERAA, PGAS, PTBA, TLKM, dan SIDO.

