Kredit Tetap Tumbuh Kuat, Laba KBMI 4 Tertekan Namun Prospek Saham Masih Positif
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Laba bersih empat bank besar dalam kelompok KBMI 4 menunjukkan penurunan hingga kuartal III-2025, meski demikian kinerja masih terpantau solid. Pertumbuhan kredit masih kuat, bahkan pertumbuhan kredit Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) masih berada di atas rata-rata pertumbuhan kredit perbankan nasional.
Empat bank yang masuk dalam daftar KBMI 4, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang mencatat penurunan laba bersih dan return on asset (ROA). Sementara, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi satu-satunya bank besar yang masih membukukan pertumbuhan laba.
Baca Juga
Meski Laba Himbara Turun, OJK Pastikan Intermediasi Perbankan Tetap Stabil
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diolah DataTrust, ROA Himbara tercatat menurun seiring dengan penurunan laba bersih, yaitu laba bersih BRI turun 9,5% yoy menjadi Rp 41,77 triliun dan ROA turun 0,46% dengan total aset Rp 2.123 triliun. Laba bersih BNI turun 7,31% yoy menjadi Rp 15,11 triliun dengan penurunan ROA 0,37% dengan total aset Rp 1.269 triliun.
Bank Mandiri dengan laba bersih turun 10,2% yoy menjadi Rp 37,73 triliun, ROA turun 0,34% dengan aset Rp 2.563 triliun. Kondisi berbeda ditunjukkan BBCA mencatat hasil berbeda dengan laba bersih naik 5,7% yoy menjadi Rp 43,4 triliun, didukung aset Rp 1.538 triliun.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta menilai bahwa secara keseluruhan kinerja bank-bank KBMI 4 masih solid, terutama dari sisi pertumbuhan kredit. “Yang penting pertumbuhan kredit masih on track. Penyaluran kredit bank besar berpotensi tumbuh dua digit dalam jangka panjang,” ujarnya.
Menurut Nafan, pertumbuhan kredit ditopang oleh likuiditas yang meningkat dari DPK, penempatan dana pemerintah Rp 200 triliun ke perbankan, serta prospek ekonomi domestik yang stabil. Pertumbuhan kredit yang kuat juga didukung penurunan suku bunga Bank Indonesia (BI) ke depan yang diharapkan memperbaiki biaya dana dan mendukung peningkatan net interest margin (NIM), sehingga memperkuat kemampuan perbankan menyalurkan kredit.
Baca Juga
Perbaikan rasio kredit macet (NPL) turut meningkatkan kepercayaan investor terhadap sektor perbankan, yang saat ini dinilai berada dalam kondisi fundamental solid. Perbaikan ditunjukkan tren mulai masukknya dana investor asing ke saham perbankan dalam beberapa pekan terakhir.
Grafik Saham Sebulan Terakhir
Menjelang akhir tahun, Nafan Aji mengatakan, kinerja saham sektor keuangan diperkirakan diuntungkan oleh window dressing, Santa Claus rally, dan Pembagian dividen interim, khususnya dari Himbara. Selain itu, valuasi saham bank KBMI 4 dinilai masih relatif murah sehingga berpotensi menarik minat akumulasi investor.
Berbagai faktor tersebut mendorong Nafan Aji mempertahankan rekomendasi beli saham bank KBMI 4. Saham BBCA direkomendasikan add dengan target harga Rp 8.700-96.25, BBNI direkomendasikan akumulasi beli dengan target harga Rp 4.370-4.710, BBMRI direkomendasikan add dengan target harga Rp 4.220-4.540, dan BMRI direkomendasikan akumulasi beli dengan target harga Rp 4.770-6.200.

