IHSG Menuju 8.230, Tiga Saham Dipimpin RATU Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/11/2025), diprediksi bergerak dalam rentang support di 8.090 dan resistance di 8.230. Tiga saham pilihan dengan rekomendasi beli adalah UNVR, BFIN, dan RATU.
BRI Danareksa Sekuritas pagi ini menyebutkan bahwa pergerakan indeks akan dipengaruhi aksi tunggu pelaku pasar terhadap rilis sejumlah data ekonomi domestik, termasuk neraca perdagangan dan tingkat inflasi bulan Oktober, yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar.
Baca Juga
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi laju bursa global akhir pekan lalu, seperti penguatan Dow Jones 0,086%, S&P500 menguat 0,26%, dan Nasdaq naik 0,61%. Sedangkan IHSG BEI ditutup melemah 20,19% poin menjadi 8.163 pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.
Di tengah peluang pergerakan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham UNVR dengan target harga Rp 2.780-2.990, BFIN dengan target harga Rp 830-845, dan RATU level Rp 8.350-9.425. Sebaliknya saham INKP direkomendasikan jual.
Adapun pergerakan indeks sepanjang Oktober 2025 menguat sebanyak 102 poin atau 1,27%dari 8.061 akhir September menjadi 8.163 per akhir Oktober 2025. Meski demikian, indeks sempat menyentuh level penutupan tertinggi baru bulan ini 8.274 pada 23 Oktober dan level intraday tertinggi baru sepanjang masa level 8.354 pada 24 Oktober 2025.
Baca Juga
Didorong Tiga Katalis Utama, BRIDS Jagokan UNVR, BUMI, dan EMTK di Tengah Potensi Profit Taking IHSG
Di tengah penguatan tersebut sejumlah saham yang catatkan lomptan mengensakan bulan ini lebih dari 200%, yaitu saham SSTM menguat lebih dari 210% menjadi Rp 875, RISE melesat lebih dari 232% menjadi Rp 11.525, dan ASLI hampir mencapai 200% menjadi Rp 200.
Selain kenaikan indeks, pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) lebih dari 13,71 triliun sepanjang Oktober 2025. Jika tak memperhitungkan crossing saham, pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 554,31 miliar.
Net buy terbesar disumbangkan transaksi saham melalui pasar negosiasi atau crossing, seperti CASA mencapai Rp 5,65 triliun, PANI Rp 5,04 triliun, dan EXCL mencapai Rp 2,68 triliun. Sisanya disumbangkan net buy melalui pasar regular BBCA senilai Rp 2,05 triliun dan ASII sebanyak 1,19 triliun.

