Energi Mega (ENRG) Catat Lompatan Pendapatan 17% di Kuartal I-2026, Laba Capai Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan bersih sebanyak 17% menjadi US$ 136,94 juta pada kuartal I-2026, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 117,05 juta.
Berdasarkan laporan keuangan ENRG yang dirilis pada 9 Juni 2026, peningkatan tersebut berimbas terhadap EBITDA tumbuh lebih tinggi, yakni 29% menjadi US$ 94,02 juta dari sebelumnya US$ 72,77 juta. Adapun laba bersih naik 2% menjadi US$ 18,32 juta dibandingkan US$ 17,96 juta pada kuartal I-2025.
Baca Juga
Energi Mega (ENRG) Temukan Cadangan Minyak, Kandungan Segini
Direktur Utama dan Chief Executive Officer ENRG Syailendra S. Bakrie mengatakan, peningkatan kinerja tersebut mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam menjaga kinerja keuangan dan operasional sepanjang awal tahun 2026.
“Energi Mega telah berhasil mencapai kinerja keuangan yang semakin meningkat di kuartal I-2026. Hal ini mencerminkan kondisi yang baik atas portofolio yang dikelola oleh Perusahaan kami. Melanjutkan kegiatan eksplorasi dan pengembangan di tahun 2025, kami akan terus berinvestasi di sepanjang tahun 2026 demi mendukung peningkatan produksi dan cadangan migas Perusahaan,” ujar Syailendra dalam penjelasan resminya di Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Guna mendukung target operasional, Energi Mega (ENRG) juga berkomitmen menjaga strategi pengelolaan modal dan manajemen keuangan yang baik.
Baca Juga
Harga Minyak Dunia Naik, Pertamax Tetap Aman, Ini Cerita di Baliknya
Wakil Direktur Utama sekaligus Chief Financial Officer Energi Mega (ENRG) Edoardus Ardianto mengatakan, dana hasil penerbitan obligasi rupiah pada kuartal I-2026 akan digunakan untuk pelunasan fasilitas pinjaman yang ada dan mendukung kebutuhan modal kerja perusahaan.
“Untuk mendukung tujuan operasi tersebut, kami tetap berkomitmen terhadap pengelolaan modal secara strategis dan manajemen keuangan yang baik. Dana hasil dari penerbitan obligasi dalam mata uang Rupiah di kuartal I-2026 akan digunakan untuk pelunasan fasilitas pinjaman yang ada dan untuk mendanai kebutuhan modal kerja Perusahaan. Strategi ini akan memperkuat arus kas Perusahaan yang semakin fleksibel dan menurunkan beban keuangan Perusahaan secara keseluruhan,” kata Edoardus.
Manajemen meyakini strategi investasi yang berkelanjutan, penguatan arus kas, serta pengembangan aset migas akan mendukung peningkatan produksi dan cadangan migas perusahaan pada tahun 2026.

