Net Buy Melonjak Rp 3,78 Triliun, Terdorong Crossing Saham Telko Ini
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing berbalik mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 3,78 triliun di seluruh pasar, seiring dengan lonjakan indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (29/10/2025), sebanyak 73,59 poin (0,91%) menjadi 8.166 dengan nilai transaksi Rp 17,09 triliun.
Besarnya net buy saham didukung adanya crossing melalui pasar negosiasi saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) dari pemodal domestik ke pemodal asing senilai Rp 2,74 triliun. Net buy selanjutnya disumbangkan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 981,18 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 235,37 miliar, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 178,23 miliar, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 152,14 miliar.
Baca Juga
Laba Bersih SMBC Indonesia Terkoreksi 26% Jadi Rp 1,47 Triliun di Kuartal III 2025
Sebaliknya lima saham dengan penjualan bersih (net sell) terbanyak hari ini dicatatkan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 174,01 miliar, PT MD Entertainment Tbk (FILM) Rp 157,99 miliar, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 87,62 miliar, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 78,21 miliar, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 50,11 miliar.
Penopang utama penguatan tersebut berasal dari kenaikan saham sektor material dasar 3,44%, sektor konsumer primer 1,54%, sektor keuangan 1,56%, sektor kesehatan 0,40%, dan sektor konsumer non primer 0,35%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor industri, properti, teknologi, infrastruktur, dan industri.
Di tengah penguatan tersbeut sejumlah saham INOV menguat hingga auto reject atas (ARA) sebanyak 34,02% menjadi Rp 130. Kenaikan juga melanda saham TOOL sebanyak 21,43% menjadi rp 68, PORT naik 19,05% menjadi Rp 1.375, STRK naik 15,31% menjadi Rp 164, BUVA menguat 15,49% menjadi Rp 820, dan KSIX mengaut 15,04% menjadi Rp 306.
Kemarin, IHSG lanjutkan pelemahan sebanyak 24,52 poin (0,30%) menjadi 8.092 disertai dengan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,37 triliun oleh investor asing. Net sell terbanyak melanda saham BBRI Rp 367,12 miliar, BMRI Rp 185,65 miliar, dan DSSA Rp 126,60 miliar.
Baca Juga
Pemerintah Targetkan Internet Cepat 1 Gbps di 38 Kota pada Tahun 2029
Pelemahan indeks kemarin dipicu atas koreksi sebagian besar sektor saham, seperti sektor industry turun 0,99%, sektor keuangan 0,74%, konsumer non primer 0,61%, dan sektor transportasi 0,14%. Sebaliknya penguatan melanda saham teknologi, property, konsumer primer, kesehata, dan infrastruktur. Saham konglomerasi juga masih tercatat sebagai pemberat utama indeks.
Saat IHSG turun, beberapa saham justru lanjutkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham SLIS naik 33,80% menjadi Rp 95, SSTM naik sebanyak 25% menjadi Rp 700, SOHO naik 24,77% menjadi Rp 2.040, PURI naik 24,73% menjadi Rp 464, COCO naik 24,72% menjadi Rp 444, MICE menguat 24,62% menjadi Rp 810, BBSS naik 24,58% menjadi Rp 446, MBTO menguat 24,32% menjadi Rp 276, dan RISE naik 19,81% menjadi Rp 12.850.

