Simak! Ini 5 Ramalan Mengejutkan Ethereum dari Robert Kiyosaki yang Bikin Kripto Diburu Whale
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kabar terbaru dari pasar mata uang kripto kembali membuat Ethereum (ETH) ramai diperbincangkan. Robert Kiyosaki, penulis buku legendaris Rich Dad Poor Dad, menyebut Ethereum sebagai aset generasi baru yang memiliki potensi ledakan harga seperti Bitcoin (BTC) saat masih berada di level awal.
Pernyataan ini langsung mendapatkan perhatian dari komunitas kripto dan para investor besar (whale), apalagi saat harga ETH berada di kisaran US$ 4.126,60 atau sekitar Rp 68.587.054. Melansir dari Pintu, Selasa (28/10/2025), berikut ini adalah lima pernyataan dan prediksi penting dari Kiyosaki yang bisa jadi mendapatkan sorotan besar dalam pergerakan pasar altcoin ke depan.
1. Kiyosaki Sebut ETH di Harga Rp 68 Juta Mirip BTC Saat Awal Meledak
Menurut laporan Bitcoin.com News (2025), Kiyosaki membandingkan harga Ethereum saat ini dengan Bitcoin saat masih di harga US$ 4.000 (sekitar Rp 66 juta). Ia menyebut bahwa membeli ETH di harga ini bisa menjadi peluang generasi, seperti halnya orang-orang kaya yang masuk ke BTC di masa awal sebelum harga melonjak drastis.
Pernyataan ini memperkuat tren di mana Ethereum semakin banyak diborong oleh investor institusional maupun ritel yang ingin masuk sebelum “ledakan harga” berikutnya. Berdasarkan analisis pasar, Ethereum saat ini tidak hanya dianggap sebagai aset investasi, tetapi juga sebagai fondasi teknologi keuangan terdesentralisasi (DEFI) yang makin menarik perhatian.
2. ETH Jadi Aset ‘Uang Nyata’ Bersama BTC, Emas, dan Perak
Dalam unggahan di platform X (Twitter), Kiyosaki menyatakan bahwa “uang nyata” saat ini bukan lagi mata uang fiat, melainkan emas, perak, Bitcoin (BTC), dan Ethereum (ETH). Ia menekankan pentingnya memiliki aset yang tidak dikendalikan oleh pemerintah, apalagi di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menurut data historis, Ethereum terus menunjukkan ketahanan sebagai altcoin tangguh dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua setelah Bitcoin. ETH juga digunakan secara luas dalam NFT, smart contract, dan platform DeFi, sehingga menciptakan nilai yang lebih dari sekadar spekulasi.
3. Ethereum Diprediksi Jadi Mesin Kekayaan Generasi Baru
Kiyosaki menyebut ETH sebagai “peluang kekayaan generasi” karena fungsinya yang luas dan pertumbuhan jaringan yang cepat. Ia percaya bahwa mereka yang membeli ETH sekarang akan memiliki posisi yang sama seperti investor BTC saat harga masih rendah.
Prediksi ini dipantau secara serius oleh para analis crypto karena mengindikasikan pergeseran fokus dari hanya Bitcoin ke ekosistem Ethereum yang lebih luas. Hal ini didukung oleh laporan dari CoinGecko yang menunjukkan peningkatan jumlah dompet aktif dan transaksi harian Ethereum selama kuartal terakhir.
4. ETH Dianggap Lebih Berguna daripada BTC oleh Kiyosaki
Kiyosaki bahkan mengatakan bahwa ETH saat ini lebih “berguna” dibanding Bitcoin karena memiliki aplikasi industri, seperti halnya perak yang digunakan dalam elektronik. Ia menyebut bahwa baik perak maupun ETH bukan hanya penyimpan nilai, tetapi juga komoditas dengan fungsi nyata.
Menurut data dari DappRadar, Ethereum mendominasi lebih dari 70% aplikasi blockchain aktif, menjadikannya blockchain paling banyak diperbincangkan di sektor Web3. Hal ini memperkuat pandangan bahwa Ethereum lebih dari sekadar aset investasi, ia adalah infrastruktur teknologi.
5. Perbandingan ETH dan BTC Masih Jadi Perdebatan Panas
Meski Kiyosaki mendapatkan perhatian karena optimisme terhadap ETH, tidak semua analis setuju. Beberapa pengamat menilai bahwa BTC memiliki keunggulan karena pasokannya terbatas hanya 21 juta, sedangkan ETH bersifat dinamis.
Namun, dari sisi adopsi dan teknologi, Ethereum terus melaju cepat. Menurut data dari Glassnode, Ethereum mengalami pertumbuhan transaksi layer-2 seperti Arbitrum dan Optimism, yang mendorong skalabilitasnya lebih tinggi dibanding BTC. Ini membuat Ethereum tetap jadi sorotan meski berbeda karakteristik dengan Bitcoin.

