Saat IHSG Ditutup Anjlok 1,87%, Lima Saham Dipimpin BBRC Justru ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/10/2025), ditutup melemah 154 poin (1,87%) menjadi 8.117 dengan nilai transaksi Rp 26,71 triliun. Bahkan, sempat anjlok lebih dari 4% ke level 7.959 terseret penurunan mayoritas saham.
Tekanan utama indeks hari ini datang dari saham-saham big cap, khususnya emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, seperti BREN, BRPT, CUAN, hingga PTRO. Tekanan juga datang dari saham emiten Haji Isam, PGUN, JARR, TEBE, dan FAST yang anjlok. Tekanan juga datang dari kejatuhan saham emiten Sinarmas, yaitu DSSA dan emiten Lippo, yaitu MLPT.
Baca Juga
Secara sectoral, penurunan utama indeks datang dari kejatuhan saham sektor industry 3,46%, sektor property 3,48%, sektor konsumer primer 2,03%. Sektor saham keuangan, teknologi, infrastruktur, transportasi turun lebih dari 1%.
Saat IHSG anjlok sejumlah saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham BRRC naik 34,82% menjadi Rp 151, REAL melambung 34,78% menjadi Rp 93, MICE naik 25% menjadi Rp 650, SSTM naik 25% menjadi Rp 560, dan SKRN naik 24,69% menjadi Rp 1.010.
Meski tak ARA, lompatan juga melanda saham KDTN sebanyak 28,57% menjadi Rp 147, BABY naik 23,38% menjadi Rp 496, MPXL menguat 22,86% menjadi Rp 256, PPRE naik 21,05% menjadi Rp 138, PURI naik 20,78% menjadi Rp 372, dan GPSO naik 20,71% menjadi Rp 845.
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup berbalik melemah tipis 2,63 poin (0,03%) menjadi 8.271 dengan nilai transaksi saham Rp 18,62 triliun. Sebaliknya investor asing melanjutkan pembelian bersih (net buy) saham bernilai Rp 1,15 triliun. Meski melemah, indeks berhasil catatkan penguatan lebih dari 4% sepanjang pekan kemarin.
Baca Juga
Catatan BI: Kredit Konsumsi Melambat, NPL-nya Alami Peningkatan
Penurunan tersebut dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar melemah 1,30%, sektor konsumer non primer 1,11%, sektor konsumer primer 1,13%, sektor teknologi 2,43%, dan sektor infrastruktur 0,84%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor keuangan, industri, kesehatan, dan transportasi.
Sejalan dengan penguatan tersebut, sejumlah saham catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA) hingga akhir sesi I, yaitu saham BRRC naik 34,94% menjadi Rp 112, SOHO naik 24,81% menjadi Rp 1.635, CSAP naik 24,68% menjadi Rp 384, SKRN naik 24,62% menjadi Rp 810, CBPE naik 24,37% menjadi Rp 296, dan RISE naik 20% menjadi Rp 12.600.

