Catatan BI: Kredit Konsumsi Melambat, NPL-nya Alami Peningkatan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) mencatat kredit macet atau non performing loan (NPL) yang meningkat dari kredit konsumsi meski masih di bawah 5%. Kenaikan tersebut terjadi di tengah melambatnya pertumbuhan kredit konsumsi.
“Yang mungkin menjadi concern kita bersama adalah NPL di kredit konsumsi, sejalan dengan perlambatan kredit konsumsi, khususnya untuk KPR dan KKB,” ujar Direktur Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia (BI), Irman Robinson dikutip Senin (27/10/2025).
Irman menjelaskan, NPL kredit konsumsi cenderung meningkat meski masih di bawah 5%, namun hal tersebut perlu diwaspadai secara bersama.
Berdasarkan data BI, pertumbuhan kredit konsumsi pada September 2025 melambat menjadi 7,3% secara tahunan, bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 7,7% secara tahunan.
Irman Robinson mengatakan perlambatan tersebut didorong oleh Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) yang masing-masing tumbuh 7,2% dan 0,7% pada September 2025. Bandingkan dengan pertumbuhan kredit bulan sebelumnya yang masing-masing tumbuh 7,1% dan 3,4%.
Baca Juga
Dikepung "Hantu" Undisbursed Loan, BI Perkirakan Pertumbuhan Kredit di Kisaran 8% pada 2025
Secara keseluruhan kredit perbankan pada September 2025 masih tercatat 7,70% secara tahunan, sedikit meningkat dari 7,56% secara tahunan pada Agustus 2025.
Saat Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan permintaan kredit belum kuat dipengaruhi oleh sikap pelaku usaha yang masih wait and see, optimalisasi pembiayaan internal oleh korporasi, dan suku bunga kredit yang masih relatif tinggi.
Perkembangan ini tecermin dari fasilitas pinjaman yang belum dicairkan atau undisbursed loan pada September 2025 yang masih cukup besar, yaitu mencapai Rp 2.374,8 triliun atau 22,54% dari plafon kredit yang tersedia, terutama pada segmen korporasi dengan kontribusi utama dari sektor perdagangan, industri, dan pertambangan, serta dengan jenis kredit modal kerja.

