Begini Jurus BRI MI Genjot Dana Kelolaan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT BRI Manajemen Investasi (MI) terus memperluas strategi bisnisnya untuk meningkatkan dana kelolaan atau asset under management (AUM), tak hanya mengandalkan ekosistem internal BRI sebagai induk.
Direktur Utama BRI MI Tina Melina mengungkapkan, perusahaan yang telah berkiprah 33 tahun ini sekarang aktif menggandeng berbagai mitra eksternal, mulai dari perbankan, financial technology (fintech), hingga sekuritas dengan layanan digital.
“Selain BRI, sebenarnya bank-bank pemasar produk reksa dana sudah sekitar 13 bank lainnya yang APERD (Agen Penjual Efek Reksa Dana) kita. Ditambah lagi, kita juga punya APERD yang digital seperti beberapa nama yang memasarkan reksa dana juga, bahkan sekuritas-sekuritas yang selama ini bekerja sama dengan kita,” ujarnya, dalam Podcast Konvergensi, di Kantor Investortrust, Jakarta, Jumat (24/10/2025).
Baca Juga
BRI MI Kecipratan Dampak Solidnya Likuiditas Perbankan, AUM Tembus Rp 58 Triliun per Oktober 2025
Sinergi dengan berbagai pihak tersebut, lanjut Tina, menjadi motor pertumbuhan AUM BRI MI. Ia menyebut, investor institusi masih menjadi kontributor utama dari sisi nilai dana kelolaan, khususnya melalui produk reksa dana terproteksi. Sementara itu, dari sisi jumlah investor, kontribusi datang dari kanal digital yang digerakkan oleh perusahaan fintech dan sekuritas mitra.
”Untuk AUM itu tumbuh dari perbankan klien, karena biasanya masuknya dari high net worth individuals (HNWI). Tapi untuk jumlah nasabah lebih banyak terdorong dari APERD kita yang fintech,” katanya.
”Kita sudah menjalin kerja sama dengan sembilan fintech, dan sekuritas yang sudah membuka dirinya untuk menjual reksa dana di kami juga sekerang sudah sekitar 11 dan jumlahnya terus bertambah,” sambung Tina.
Meski fokus utama pihaknya tetap pada ekosistem BRI, tapi ia juga tak bisa pungkiri potensi pertumbuhan di luar BRI juga sangat besar. Sebab, bank-bank swasta asing yang menjadi mitra memiliki nasabah yang lebih terbiasa berinvestasi dan memiliki portofolio yang mapan.
Baca Juga
BRI Manajemen Investasi (BRI MI) Fokus Perluas Pasar Ritel Usai Rebranding
Hingga saat ini, kata Tina, BRI MI memiliki jumlah investor mencapai sekitar 500.000 single investor identification (SID), tumbuh 34% dibandingkan tahun lalu. Ke depan ia optimistis masih sangat besar ruang untuk bertumbuh.
“Target sejuta (SID) 2026, double up. Kita optimistis tahun depan bahkan bisa lebih, karena channel pemasaran di BRI mudah-mudahan lancar di awal tahun depan bisa beli reksa dana lewat (aplikasi) mobile-nya, lewat BRImo,” ucapnya.
“Itu kan bisa me-reach lagi investor baru, mudah-mudahan dapat di-launch di awal tahun depan,” kata Tina.
Sekadar informasi, capaian AUM BRI MI per Oktober 2025 meningkat 4,45% secara month to month (mtm) dibanding September 2025 yang tercatat Rp 55,53 triliun.

