IHSG Ditutup Melesat 1,84%, Saham BBCA dan TLKM Jadi Bintang Hari Ini
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (21/10/2025), ditutup melambung sebanyak 149,1 poin (1,84%) menjadi 8.238. Rentang pergerakan 8.088-8.238 dengan nilai transaksi Rp 20,14 triliun.
Kenaikan ditopang penguatan saham sektor infrastruktur 3,46%, sektor property 3,51%, sektor transportasi 3,82%, sektor energi 1,49%, sektor konsumer primer 1,23%, sektor keuangan 0,83%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi dan konsumer non primer.
Baca Juga
Potensi Masih Besar, HSBC Indonesia Pede Gaet Nasabah Kaya hingga Akhir Tahun
Sejalan dengan lompatan IHSG tersebut, sejumlah saham ini cetak kenaikan pesat hingga auto reject atas (ARA), seperti NIRO menguat 34,71% menjadi Rp 163, INDX menguat 34,18% menjadi Rp 212, BULL melesat sebanyak 34,01% menjadi Rp 264, BESS menguat 25% menjadi Rp 1.675, MORA naik 25% menjadi Rp 1.350, dan SSTM naik 25% menjadi Rp 440.
ARA juga melanda saham WAPO naik 24,79% menjadi Rp 292, FITT naik 24,55% menjadi Rp 1.040, AKSI naik 24,50% menjadi Rp 376, BABY naik 24,42% menjadi Rp 535, COCO naik 24,39% menjadi Rp 306, dan RISE naik 19,67% menjadi Rp 7.300. Meski tak ARA, saham ini cetak kenaikan harga pesat FUTR naik 22,88% menjadi Rp 725 dan PGLI naik 20,32% menjadi Rp 450.
Sedangkan saham big cap penopang utama kenaikan indeks datang dari saham BBCA dengan penguatn 7,62% menjadi Rp 8.475, TLKM naik 11,56% menjadi Rp 3.280, DCII menguat 1,30% menjadi Rp 279.500, DSSA naik 1,92% menjadi Rp 104.800, BBRI naik 2,17% menjadi Rp 3.760, ADRO naik 6,49% menjadi Rp 1.805, ADMR menguat 8,73% menjadi Rp 1.370, dan ABMM naik 5,20% menjadi Rp 2.830.
Kemarin, IHSG ditutup sebanyak 173 poin (2,19%) ke level 8.088 ditopang kenaikan saham big bank. Investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 533,31 miliar dengan penyumbang terbesar BBCA Rp 894,09 miliar, DEWA senilai Rp 92,22 miliar, dan ASII mencapai Rp 72,58 miliar.
Baca Juga
Penjualan iPhone 17 Melejit, Saham Apple Sentuh Rekor Tertinggi Hampir US$ 4 Triliun
Secara sectoral, saham sektor keuangan melesat 3,38%, disusul sektor transportasi 3,10%, sektor industry 2,45%, sektor energi 2,76%, sektor konsumer primer 1,94%, sektor property 1,67%, dan sektor konsumer non primer 0,94%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor material dasar dan kesehatan.
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham berikut torehkan kenaikan harga mengesankan, yaitu saham GTSI menguat 34,95% menjadi Rp 139, WAPO naik 34,48% menjadi Rp 234, SSTM melesat 24,82% menjadi Rp 352, BLUE naik 24,71% menjadi Rp 1.640, PGLI naik 24,67% menjadi Rp 374, dan BESS melesat 24,65% menjadi Rp 1.340.

