IHSG Sesi I Lanjutkan Rebound 1,09%, Saham BBCA Kembali Jadi Motor Pendorong
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (21/10/2025), ditutup melesat 87,95 poin (1,09%) menjadi 8.176,93. Rentang pergerakan 8.088-8.205 dengan nilai transaksi Rp 11,43 triliun.
Kenaikan ditopang penguatan saham sektor infrastruktur 2,07%, energi 1,33%, material dasar 1,05%, property 1,12%, transportasi 2,89%, konsumer primer 0,95%, dan keuangan 0,55%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer non primer, sektor industry, sektor teknologi, dan sektor kesehatan.
Baca Juga
Saat Harga Bergerak Stagnan, Investor Institusi Ini Getol Tambah Saham Mitratel (MTEL)
Di tengah berlanjutnya rebound, sejumlah saham ini cetak kenaikan pesat hingga auto reject atas (ARA), seperti NIRO menguat 34,71% menjadi Rp 163, SSTM naik 25% menjadi Rp 440, BESS menguat 25% menjadi Rp 1.675, FITT naik 24,55% menjadi Rp 1.040, AKSI naik 24,50% menjadi Rp 376, dan RISE naik 19,67% menjadi Rp 7.300.
Sedangkan saham big cap penopang utama kenaikan indeks datang dari saham BBCA dengan penguatn 5,40% menjadi Rp 8.300, DCII menguat 1,40% menjadi Rp 279.775, BBRI naik 1,63% menjadi Rp 3.740, TLKM naik 4,08% menjadi Rp 3.060, CDIA naik 6,59% menjadi Rp 1.940, dan TPIA naik 1,07% menjadi Rp 7.100.
Kemarin, IHSG ditutup sebanyak 173 poin (2,19%) ke level 8.088 ditopang kenaikan saham big bank. Investor asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 533,31 miliar dengan penyumbang terbesar BBCA Rp 894,09 miliar, DEWA senilai Rp 92,22 miliar, dan ASII mencapai Rp 72,58 miliar.
Baca Juga
Dolar AS Kembali Perkasa di Pasar Asia, Rupiah Melemah Tipis
Secara sectoral, saham sektor keuangan melesat 3,38%, disusul sektor transportasi 3,10%, sektor industry 2,45%, sektor energi 2,76%, sektor konsumer primer 1,94%, sektor property 1,67%, dan sektor konsumer non primer 0,94%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor material dasar dan kesehatan.
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham berikut torehkan kenaikan harga mengesankan, yaitu saham GTSI menguat 34,95% menjadi Rp 139, WAPO naik 34,48% menjadi Rp 234, SSTM melesat 24,82% menjadi Rp 352, BLUE naik 24,71% menjadi Rp 1.640, PGLI naik 24,67% menjadi Rp 374, dan BESS melesat 24,65% menjadi Rp 1.340.

