Manajer Investasi "Korek" Informasi ke Kemenkeu, Cari Tahu Sektor Penopang Pertumbuhan Ekonomi
Poin Penting
|
JAKARTA, investotrust.id - Sebanyak 12 orang perwakilan dari manajer investasi (MI) domestik dan lembaga riset mendatangi kantor Kementerian Keuangan di Lapangan BAnteng, Jakarta Pusat, Senin (2010/2025). Mereka datang untuk mengorek informasi, berdiskusi dan bertanya sejumlah hal pada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Keduabelas MI yang hadir lewat perwakilannya antara lain Fidelity Management Research, Capital Research Global, CLSA Indonesia, PT Schroders Investment Management, hinggaBRI Manajemen Investasi dan BNI Asset Management.
Disampaikan Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (Dirjen SEF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Nathan Kacaribu, dua topik yang menjadi perbincangan saat pertemuan antara Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dengan 12 perwakilan MI dan lembaga riset ini antara lain arah penempatan dana Rp 200 triliun di perbankan pelat merah.
“Mereka juga tertarik itu untuk tahu seperti apa,” kata Febrio kepada investortrust.id, di kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (20/10/2025).
Febrio mengatakan penempatan dana tersebut berdampak positif bagi perbankan. Dia juga optimistis penempatan dana tersebut juga akan menjaga pertumbuhan ekonomi di kuartal IV-2025.
Selain penempatan dana, Febrio menjelaskan beberapa pertanyaan manajer investasi mengenai sektor yang akan menopang pertumbuhan ekonomi. Dia menjelaskan, pemerintah akan mendukung beberapa industri padat karya.
Baca Juga
Disarankan Manajer Investasi Tembus Defisit Lebih dari 3%, Ini Jawaban Purbaya
“Kita sampaikan industri yang perlu kita pertahankan resiliensinya seperti alas kaki, tekstil, dan sebagainya. Tetapi, sektor-sektor yang memberikan nilai tambah tinggi seperi petrokimia, hilirasi mineral, dan sebagainya itu akan kita percepat,” kata dia.
Sebelumnya diberitakan, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bertemu 12 manajer investasi atau fund manager di kantornya, Senin (20/10/2025). Pertemuan tersebut digelar sejak pukul 13.00 WIB.
Usai pertemuan, Purbaya menjelaskan pertemuan tersebut untuk menjelaskan arah kebijakan yang ditempuhnya ke depan. Salah satunya, apakah arah fiskal yang ditempuh pemerintah berkesinambungan atau tidak.
“Saya bisa yakinkan mereka bahwa saya kelihatan kayak koboi, tapi semuanya saya hitung dengan baik,” ujar Purbaya, di lobi Gedung Djuanda I, Kementerian Keuangan, Jakarta.
Dengan perhitungan yang ada, kata Purbaya, keberlanjutan fiskalnya tetap terjaga. “Saya juga menceritakan mereka strategi Indonesia untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi,” jelas dia.

