IHSG Melemah 4,14% hingga Terburuk di Asia Sepekan, Market Cap ‘Ambyar’ Rp 814 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup pekan ini dengan pelemahan tajam sebesar 4,14% ke level 7.915,656, omesticg penutupan pekan sebelumnya di 8.257,859. Koreksi ini mencerminkan tekanan jual yang melanda pasar saham omestic di tengah peningkatan ketidakpastian global.
Rata-rata volume transaksi harian turun 10,33% menjadi 37,95 miliar saham dari 42,32 miliar saham pada pekan sebelumnya. Nilai transaksi juga menyusut 2,44% menjadi Rp27,46 triliun, sementara frekuensi perdagangan turun 7,37% menjadi 2,72 juta kali per hari.
Baca Juga
Moody’s Sebut Sistem Perbankan AS Masih Kuat Meski Ada Kredit Macet
Dari sisi kapitalisasi pasar, total nilai emiten di Bursa Efek Indonesia turun signifikan sebesar Rp814 triliun atau 5,23%, menjadi Rp14.746 triliun. Dalam denominasi dolar AS, kapitalisasi pasar tercatat sebesar US$889 miliar, turun US$49 miliar dari pekan sebelumnya.
Secara intraday, IHSG sempat menyentuh level terendah 7.854,307 dan tertinggi 8.288,279 sepanjang pekan. Meskipun sempat rebound di pertengahan minggu, tekanan jual di akhir pekan menghapus sebagian besar penguatan harian.
Penurunan tajam indeks pekan ini dipicu atas pelemahan seluruh sektor saham, tekanan terbesar datang dari sektor teknologi dan energi dengan penurunan masing-masing 11,59% dan 6,76%. Sektor teknologi menjadi penekan utama dengan pelemahan terdalam dipicu atas penurunan hingga auto reject bawah (ARB) saham MLPT berhari-hari.
Baca Juga
Tensi Ketegangan AS-China Menurun, Trump-Xi Akan Bertemu di Korea Selatan
Sektor energi juga mencatat pelemahan besar 6,76%, transportasi & logistik turun 6,37%, infrastruktur melemah 6,83%, dan keuangan terkoreksi 4,59%. Sementara sektor consumer cyclicals dan industrials masing-masing melemah 3,34% dan 3,03%.
Terburuk di Asia
Seiring dengan penurunan tajam tersebut, IHSG BEI tercatat sebagai bursa dengan kinerja terburuk di kawasan Asia Pasifik pada pekan ini. IHSG anjlok 4,14% ke level 7.915,66, dari posisi pekan lalu di 8.257,86, seiring tekanan jual investor di tengah kekhawatiran terhadap prospek ekonomi global dan pelemahan nilai tukar.
Baca Juga
Proyek Hilirisasi Serap 30,1% Realisasi Investasi Nasional hingga Triwulan III 2025
Dari kawasan ASEAN, pergerakan indeks saham cenderung bervariasi. VN-Index Vietnam naik 1,10% menjadi 1.766,85, sementara PSEi Filipina menguat 0,86% ke 6.089,53. Sebaliknya, bursa Malaysia melemah 0,93%, Thailand turun 0,96%, dan Singapura terkoreksi 2,22%.
Indonesia mencatat penurunan paling dalam di kawasan ASEAN dengan pelemahan 4,14%, menunjukkan aksi ambil untung yang lebih agresif dibandingkan bursa tetangga.
Sedangkan di kawasan Asia Pasifik, sebagian besar indeks menunjukkan penguatan moderat. KOSPI Korea Selatan melonjak 3,83%, disusul S&P BSE Sensex India naik 1,76%, dan All Ordinaries Australia menguat 0,31%.
Namun, bursa Jepang (Nikkei 225) turun 1,05%, China (SSE Composite) melemah 1,47%, dan Hang Seng Hong Kong terkoreksi tajam 3,97%.

