Sejumlah Faktor Ini Menjadi Pemicu Utama Kejatuhan IHSG hingga 1,02%
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (13/1/2025), ditutup terperosok 1,02%. Kejatuhan dipicu perkiraan The Fed belum akan menurunkan suku bunga acuannya lagi.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan, data tenaga kerja di Amerika Serikat (AS), seperti non-farm payroll (NFP) per Desember 2024, mengalami kenaikan, dibandingkan bulan sebelumnya. NFP merupakan data yang menunjukkan jumlah tenaga kerja di AS. Di sisi lain, tingkat pengangguran atau unemployment rate AS turun dari 4,2% menjadi 4,1%
Baca Juga
“Berarti memang terjadi low burst of us job report yang membuat The Fed mempertimbangkan untuk tidak menerapkan kebijakan pelonggaran moneter secara bertahap. Maksudnya peluang The Fed untuk menurunkan suku bunga acuan bisa semakin mengecil,” jelas Nafan pada hari yang sama.
Sebelumnya, pada Desember 2024, The Fed diproyeksikan menurunkan suku bunga acuan sebanyak dua kali pada 2025. Proyeksi ini pun disebut-sebut bisa semakin mengecil atau hanya satu kali penurunan Fed Fund Rate (FFR) tahun ini. “Jadi memang ini wajar saja membuat kinerja market kita mengalami penurunan,” imbuh Nafan.
Dia menambahkan, data tenaga kerja AS yang bagus, akan otomatis membuat Dolar menguat terhadap mata uang lain, termasuk Euro dan Rupiah. Hal ini bisa dibuktikan dari penguatan indeks Dolar AS yang terjadi.
Dengan kondisi tersebut, Analis Mirae Asset Sekuritas itu pun meyakini bahwa fenomena January Effect kemungkinan tidak akan terjadi di pasar modal Indonesia tahun ini.
Baca Juga
IHSG Mendadak Anjlok 1,02%, Sebaliknya 8 Saham Ini ARA Dipimpin OBAT, DGWG, dan CBDK
“Jadi otomatis untuk sementara ini karena kalau secara year to date (ytd), saya lihat IHSG ini kan sudah mulai negatif kembali secara ytd. Jadi memang untuk peluang terjadinya January effect memang mengalami penurunan di tahun ini,” terang Nafan.
Sementara itu, menurut analisisnya, saat ini belum ada data makro domestik yang memengaruhi pergerakan IHSG karena belum ada data periodik yang dirilis sampai 13 Januari 2025.
Grafik IHSG

