IHSG Sesi I Terjun 2,22% Diseret Saham Konglomerasi, Sebaliknya SCNP, BLUE, dan SKBM Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id— Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (17/10/2025), ditutup babak belur dengan penurunan sebanyak 180 poin (2,22%) menjadi 7.944. Rentang pergerakan 7.936-8.140 dengan nilai transaksi Rp 13 triliun. Penurunan ini berbanding terbalik saat pembukaan yang masih berhasil catatkan kenaikan tipis.
Penuruan dipicu atas kejatuhan seluruh saham emiten konglomerasi, seperti saham emiten Prajogo Pangestu, saham emten Haji Isam, emiten portofolio Happy Hapsoro, emiten Lippo Group, dan saham-saham emiten BUMN. Penurunan indeks tersebut sejalan dengan koreksi mayoritas indeks saham regional.
Baca Juga
Bertumbuh 13,7%, Realisasi Investasi RI Capai Rp 1.434,3 Triliun hingga September 2025
Sedangkan sektor utama penekan indeks datang dari saham sektor teknologi dengan penurunan 4,86%, sektor energi anjlok 4,22%, sektor infrastruktur anjlok 3,49%, sektor transportasi turun 3,08%. Penurunan lebih dari 2% melanda saham sektor konsumer primer dan konsumer non primer. Sisanya mengalami penurunan lebih dari 1%, kecuali properti dengan penurunan hanya 0,11%.
Meski IHSG terjerembab, tiga saham ini catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), seperti SCNP naik 34,52% menjadi Rp 226, SKBM naik 25% menjadi Rp 550, dan BLUE melesat 24,64% menjadi Rp 1.315. Meski tak ARA, KONI naik 20,19% menjadi Rp 2.500, TNCA naik 15,60% menjadi Rp 252, dan PSAB naik 13,82% menjadi Rp 700.
Kemarin, IHSG ditutu melesat 73,58 poin (0,91%) menjadi 8.124, meski demikian pemodal asing kembali mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 620,90 miliar. Net sell terbanyak melanda saham BBCA Rp 248,29 miliar, RAJA Rp 167,29 miliar, dan CDIA Rp 132,54 miliar.
Baca Juga
Kenaikan tersebut ditopang penguatan mayoritas sektor saham, seperti sektor konsumer primer 1,94%, sektor material dasar 1,20%, sektor konsumer non primer 1,45%, sektor industry 1,03%, sektor kesehatan 3,25%, sektor property 1,48%, sektor transportasi 2,10%, dan sektor energi 0,72%. Pelemahan hanya melanda saham sektor teknologi 1,17% dan infrastruktur 0,16%.
Di tengah kenaikan pesat tersebut, sejumlah saham catatkan kenaikan pesat hingga auto reject atas (ARA), seperti saham KICI melesat 34,34% menjadi Rp 266, TRUK naik 25% menjadi Rp 300, CBRE naik 24,81% menjadi Rp 1.660, MBTO menguat sebanyak 24,63% menjadi Rp 334, PURI naik 24,55% menjadi Rp 274, COCO naik 24,39% menjadi Rp 306, NIKL naik 24,55% menjadi Rp 416, BLUE naik 24,85% menjadi Rp 1.055, dan GZCO menguat 24,68% menjadi Rp 394.

