Jelang Stock Split, Saham BUAH Disebut Kejar Level Rp 2.000
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) disebut akan dikerek menuju level Rp 2.000 menjelang pelaksanaan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:2. Aksi ini sudah mendapatkan persetujuan pemegang saham awal bulan ini.
Seorang sumber dari pasar menyebutkan bahwa rencana stock split akan menjadi sentimen positif yang bisa mengerek harga saham BUAH menuju Rp 2.000. Apalagi sejumlah pemodal berharap nilai saham setelah stock split tetap berada di atas Rp 1.000.
Baca Juga
Segar Kumala (BUAH) Gelar Stock Split 1:2, Simak Jadwal Berikut
“Target harga Rp 2.000 juga bukan hal mustahil, karena saham BUAH sempat bertengger lama di level tersebut pada Desember 2024 hingga Januari 2025. Dengan momentum stock split, target harga tersebut akan kembali dikejar,” ujarnya di Jakarta, pagi ini.
Manajemen BUAH sebelumnya mengumumkan pelaksanaan stock split dengan rasio 1:2. Saham baru hasil stock split rencananya di pada 22 Oktober 2025 dan akhir perdagangan saham dengan nominal lama ditargetkan pada 21 Oktober tahun ini.
Baca Juga
Gebang Block Jadi Sumber Pertumbuhan Baru, Begini Dampaknya bagi Saham Energi Mega (ENRG)
Peluang kenaikan harga juga ditopang aksi agresif pengendali Hendro Susilo untuk menambah saham BUAH. Berdasarkan data, dirinya membeli sebanyak 2 juta saham BUAH dengan target harga Rp 1.400 pada 9 September 2025. Aksi ini membuat total saham BUAH yang dikendalikannya bertambah menjadi 36,5%.
Selain itu, BUAH menunjukkan kinerja mengesankan dengan peningkatan pesat pendapatan menjadi Rp 1,43 triliun hingga semester I-2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 922,58 miliar. Laba tahun berjalan juga melesat dari Rp 17,75 miliar menjadi Rp 21,66 miliar. Alhasil laba per saham naik dari Rp 17,57 menjadi Rp 21,66.

