IHSG Berpeluang Tembus 9.000, Didorong Saham Konglomerat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi lanjutkan penguatan dengan peluang menembus level 8.800 hingga 9.000 dalam enam bulan ke depan atau kuartal I-2026. Prospek penguatan ini ditopang ekspektasi berlanjutnya reli saham-saham grup konglomerat dan disesuaikan arah pasar Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Chief Economist & Head of Research Mirae Asset Rully Arya Wisnubroto mengatakan bahwa saham-saham dari grup besar diprediksi tetap menjadi pendorong utama pergerakan indeks ke level lebih tinggi sampai tahun depan.
Baca Juga
Prodia (PRDA) Perluas Layanan Diagnostik ke Taiwan, Malaysia, dan Timor Leste
“Kalau saham-saham grup konglomerat terus melesat demi masuk perhitungan MSCI, IHSG bisa naik lebih tinggi ke 8.800, bahkan 9.000, namun tetap dengan dasar fundamental,” ujar Rully usai acara Media Day di Kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis (16/10/2025).
Meski begitu, Rully menegaskan, saham-saham berfundamental kuat tetap menjadi pilihan. Di antaranya, saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), meskipun pergerakannya tidak seagresif saham-saham lain. “Kalau hanya berbicara fundamental, IHSG kita masih di level 7.000-an,” ujarnya.
Baca Juga
MyRepublic (DSSA) Menang Lelang Frekuensi, Siap Jadi Pemimpin Internet di Luar Jawa?
Ia juga mengingatkan bahwa dari sisi valuasi, pasar saham Indonesia tergolong tinggi. Pada perdagangan sesi II Kamis (16/10/2025), IHSG tercatat menguat 67 poin atau 0,83% ke level 8.118,18. “Secara price to earnings ratio memang sudah tergolong overvalue,” jelasnya.
Menanggapi isu likuiditas pada saham-saham berfundamental kuat, Rully menilai hal itu mencerminkan kondisi ekonomi aktual. “Bukan karena kurang likuid, tetapi menggambarkan kondisi ekonomi fundamental sekarang. Dari sisi perbankan misalnya, NPL masih agak tinggi dan pertumbuhan kredit sekitar 7,5%,” terangnya.

