MyRepublic (DSSA) Menang Lelang Frekuensi, Siap Jadi Pemimpin Internet di Luar Jawa?
JAKARTA, investortrust.id – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melalui anak usahanya PT Eka Mas Republik, pengelola merek MyRepublic, resmi memenangkan lelang frekuensi 1,4 GHz untuk Regional 2 dan Regional 3. Kemenangan ini menjadi peluang emas bagi MyRepublic untuk memperkuat posisi sebagai penyedia layanan internet utama di wilayah luar Jawa yang tengah tumbuh pesat.
Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan, keberhasilan MyRepublic mengamankan total alokasi 160 MHz menjadi modal besar untuk memperluas jaringan internet berkecepatan tinggi di kawasan dengan potensi digital yang besar. Regional 2 mencakup Sumatera, Bali, dan Nusa Tenggara, sedangkan Regional 3 meliputi Kalimantan dan Sulawesi.
Baca Juga
Selain Harga, WIFI dan DSSA Menang di Lelang Frekuensi 1,4 GHz karena Faktor Ini!
“Regional 2 dan 3 punya karakteristik menarik. Sumatera kaya industri seperti sawit, Bali dan Nusa Tenggara berkembang lewat pariwisata digital, sedangkan Kalimantan dan Sulawesi berfokus pada pertambangan, logistik, dan pengembangan smart city,” ujar Heru kepada investortrust.id, Rabu (15/10/2025).
Menurutnya, permintaan layanan broadband di wilayah tersebut meningkat signifikan, seiring berkembangnya aktivitas digital pada sektor industri, pariwisata, dan usaha kecil menengah (UKM). “Kompetisi di luar Jawa lebih longgar, namun permintaan internet tumbuh cepat. Ini peluang MyRepublic untuk menjadi pionir 5G dan penyedia konektivitas bisnis daerah,” tambahnya.
Heru juga menilai strategi MyRepublic di kedua regional tersebut berpotensi memberikan return on investment (ROI) tinggi dalam jangka panjang. Dengan wilayah yang luas dan kebutuhan digital yang meningkat, operator ini dapat memanfaatkan momentum digitalisasi nasional untuk memperluas basis pelanggan.
Baca Juga
Genjot Transformasi Bisnis, Saham DSSA Layak Dihargai Segini
Meski begitu, Heru mengingatkan pentingnya kesiapan infrastruktur di daerah. “Distribusi jaringan dan tantangan topografi tetap harus diantisipasi. Namun jika bisa diatasi, Eka Mas berpeluang besar menjadi pemimpin pasar internet di wilayah berkembang,” tegasnya.
Adapun kemenangan Eka Mas di Regional 2 dan 3 melengkapi hasil lelang frekuensi 1,4 GHz, setelah PT Telemedia Komunikasi Pratama (WIFI) lebih dulu memenangkan Regional 1. Kedua operator ini diharapkan mempercepat pemerataan akses internet cepat di seluruh Indonesia.

