Astra International (ASII) Berpotensi Cetak Kinerja Lebih Baik di Kuartal III-2025, Bagaimana Sahamnya?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Astra International Tbk (ASII) berpotensi mencatat kinerja lebih kuat pada kuartal III-2025, ditopang oleh peningkatan penjualan mobil dan stabilnya pangsa pasar di tengah tekanan harga. Kinerja sektor otomotif dan jasa keuangan diperkirakan menjadi motor utama pertumbuhan laba perusahaan.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan kemarin menyebutkan bahwa pada periode tersebut, volume penjualan mobil ASII naik 5,4% secara kuartalan (qoq) menjadi sekitar 96.100 unit dengan pangsa pasar tetap solid di 52%. Secara industri, penjualan mobil nasional juga meningkat 6,9% qoq menjadi 184.700 unit.
Baca Juga
Penjualan Mobil Astra (ASII) Rebound 9,7% di September, Saham ASII Layak Dipertahankan Beli
“Dengan tren positif ini, laba bersih kuartal III-2025 ASII berpotensi melampaui ekspektasi, meski sebelumnya diperkirakan melemah ke sekitar Rp 7,9 triliun atau turun sekitar 7% qoq,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Sabela Nur Amalina dan Nashrullah Putra Sulaeman dalam riset tersebut.
Sumber: BRI Danareksa Sekuritas
Unit bisnis financial services juga menunjukkan ketahanan dengan pendapatan sejalan dengan pertumbuhan penjualan mobil. Margin laba bersih diperkirakan stabil di kisaran 25–26% ditopang kualitas kredit yang terjaga baik sepanjang kuartal.
Perseroan melalui anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR) juga diprediksi pertahankan kinerja keuangan tetap solid. Laba segmen tersebut diprediksi mencapai Rp 4,5 triliun (-7% qoq, -25% yoy), tertekan oleh penjualan alat berat yang turun 27% qoq menjadi 1.300 unit. Namun, volume penambangan PAMA (batubara dan overburden) diperkirakan naik 9% qoq menjadi 343 juta ton, membantu dalam menahan penurunan laba lebih dalam.
Momentum Positif
Sementara itu, memasuki kuartal IV-2025, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, Astra (ASII) berpotensi mendapatkan dorongan musiman dari penjualan akhir tahun. “Sekitar 30% penjualan mobil tahunan biasanya terjadi pada kuartal terakhir. Hal ini berpotensi mengangkat total volume penjualan mobil perseroan menjadi sekitar 770–780 ribu unit tahun ini dengan pangsa pasar stabil sekitar 52,5–53%,” tulisnya.
Baca Juga
BEI Unsuspensi MORA dan LPLI hingga Keluarkan 4 Saham dari PPK
Meskipun tekanan harga dari merek asal Tiongkok masih berlanjut, dia menyebutkan, kepemimpinan merek Astra (ASII) dan jaringan purna jual yang kuat diyakini mampu untuk menjaga harga jual rata-rata (ASP) serta margin laba.
Dukungan sejumlah sentimen positif tersebut menjadikan saham ASII menarik untuk dipantau dengan valuasi menarik. Saham ASII saat ini diperdagangkan pada PE 7,5 kali atau di bawah rata-rata lima tahun sebesar 7,8 kali, sehingga saham ASII direkomendasikan beli dengan target harga Rp 6.700. Target ini merefleksikan PE setara 9,5 kali tahun 2026 atau sekitar +1SD dari rata-rata historis.
Katalis positif seperti pembagian dividen dan peluncuran kendaraan hybrid (HEV) yang diharapkan menjadi pendorong valuasi lebih tinggi.

