Kasus Bunuh Diri 'Influencer' Kostya Kudo Guncang Dunia Kripto, Ellen May Soroti Hal Berikut
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Trader saham dan juga kripto Ellen May turut menyoroti meninggalnya investor dan influencer kripto asal Ukraina, Konstantin Galish, yang dikenal luas di media sosial dengan nama Kostya Kudo. Ia ditemukan tewas di dalam mobil Lamborghini miliknya di tengah kejatuhan besar pasar kripto yang sedang berlangsung.
Seperti yang diberitakan, pasar kripto mengalami guncangan hebat setelah ancaman tarif 100% dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap impor dari Tiongkok. Kebijakan tersebut langsung memicu aksi jual besar-besaran dan membuat kapitalisasi pasar kripto anjlok hampir 10% dalam sehari, turun menjadi US$ 3,73 triliun.
Sejalan dengan hal tersebut, Ellen mengungkapkan bahwa kejadian ironis tersebut disebabkan karena kebanyakan orang tidak siap dengan surprise atau kejutan. Padahal menurut Ellen, kalau diperhatikan pada Jumat (10/10/2025), beberapa koin justru retrace ke area support dan bounce lagi, seperti Bitcoin dan Ethereum.
Bounce menggambarkan pergerakan harga aset kripto yang naik kembali setelah mengalami penurunan. Ini bisa menjadi sinyal pemulihan atau penguatan tren harga, sering kali setelah mencapai level support teknis yang kuat.
"Jadi sebenarnya, hal ini bisa jadi kesempatan untuk buy on weakness di support. Tapi kenapa malah ada kejadian-kejadian yang ironis seperti itu? Karena banyak orang yang nggak siap dengan surprise. Yang namanya surprise itu orang nggak tahu bakal terjadi ya. Kalau mereka tahu, mereka bakalan bisa jualan dulu terus beli lagi di bawah," ujar Ellen dilansir dari Instagram resminya @ellenmay_official, Selasa (14/10/2025).
Lebih lanjut, Ellen pun juga menyoroti kesalahan dari banyak trader, yakni menganggap bahwa semuanya bisa diprediksi dengan analisa chart dan indikator. Menurut Ellen, chart, indikator, dan news adalah alat untuk mengukur probabilitas arah pasar, bukan untuk membuat prediksi.
"Bedanya apa? Bedanya orang yang sadar akan probabilitas itu tahu bahwa ada potensi surprise di market. Jadi dia well prepared. Kalau mindset-nya prediksi, dia akan menganggap apa yang diramal itu benar. Jadi nggak ada ruang untuk surprise, dan dia tidak bersiap," jelas Ellen.
Oleh karena itu, mengutip Morgan Hussle dalam bukunya Same as Ever, Ellen mengatakan bahwa seseorang membutuhkan preparedness atau kesiapan supaya bisa siap terhadap surprise, bukan antisipasi atau prediksi. Menurut Ellen, hal ini dikarenakan sebaik-baiknya antisipasi atau prediksi, tidak akan ada bisa memprediksi semuanya dengan tepat 100%.
"Siapa yang bisa prediksi?. Siapa yang bisa prediksi pandemi bakal terjadi di saat waktu yang tepat?. Siapa yang tahu masa depan?. Nggak ada kan? Ganti mindset prediktifmu dengan preparedness. Jadi gimana caranya supaya bisa well prepared di market? Jawabannya money management," ucap Ellen.
Ellen menambahkan, untuk melakukan money management, caranya adalah sesimple makin ke atas makin jualan, bukan makin beli. Dikatakan Ellen, hal ini sederhana, tapi banyak orang tidak bisa melakukannya.
"Kenapa? Karena fear and greed. Penyebab surprise itu bisa berubah-ubah, tapi satu hal yang sama, yang same as ever, yaitu fear and greed manusia. So, let's get prepared. Supaya kalau ada crash, justru kita bisa dapat peluangnya untuk masuk dan punya cash-nya. Because luck is when opportunity meets preparation. Artinya orang yang hoki adalah orang yang kalau ketemu peluang itu siap," tutur Ellen.

