Forbes CEO Global Conference: Rosan Sebut Danantara Bakal Punya Modal Investasi US$40 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, membeberkan proyeksi lembaga sovereign wealth-fund tersebut setidaknya dalam lima tahun ke depan. Ia menyebut Danantara telah melakukan transformasi dengan memangkas jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari yang sebelumnya 1.000 lebih menjadi sekitar 200 perusahaan.
Rosan mengatakan, saat ini Danantara mengelola total aset senilai US$1 triliun dengan kontribusi dividen sekitar US$7 miliar per tahun. Dengan sejumlah transformasi yang dilakukan oleh Danantara, ia membidik peningkatan kontribusi dividen menjadi US$10 miliar per tahun.
"Tujuan utama kami bukan hanya imbal hasil tinggi, tetapi juga dampak sosial ekonomi yang nyata," kata Rosan saat menjadi pembicara kunci dalam agenda Forbes CEO Global Conference ke-23 di The St. Regis, Jakarta, Selasa (14/10/2025).
Rosan menjelaskan dengan target adanya dividen mencapai US$10 miliar per tahun, diproyeksikan Danantara akan memiliki modal investasi hingga US$40 miliar dalam lima tahun ke depan.
"Dengan proyeksi itu, Danantara dapat berinvestasi hingga US$40 miliar secara ekuitas, atau US$250 miliar jika dilipatgandakan dengan leverage finansial," tuturnya.
Sementara untuk meningkatkan kinerja, Rosan menyebut Danantara telah membentuk joint fund atau dana bersama dengan lembaga serupa dari Qatar (QIA), China.
Baca Juga
Bos Danantara ke Purbaya soal Utang Whoosh: Harusnya Kita Duduk Dulu
"Dan sedang menjajaki kerja sama dengan Uni Emirat Arab serta BIF," sebutnya.
Dividen US$10 Miliar sebagai Target Rasional
Ketika dikonfirmasi terkait target dividen US$10 miliar, Rosan berujar angka tersebut sebagai sesuatu yang rasional. Ia memastikan bakal terus berupaya mengoptimalkan kinerja serta meningkatkan nilai tambah dari aset-aset yang dimiliki oleh BUMN.
"Karena kan saya nggak mau dulu ngomong angka besar, ternyata enggak jadi. Jadi saya ambil angka yang konservatif lah," katanya kepada awak media seusai menghadiri agenda Forbes CEO Global Conference.
Ia pun berharap ke depannya agar kontribusi dividen tidak hanya terpusat dari perusahaan-perusahaan besar seperti PT Pertamina (Persero), PT Telkom Indonesia (Persero), serta empat Himpunan Bank Negara (Himbara).
"Kita juga ingin untuk perusahaan lainnya itu kontribusinya signifikan. Not only in term of productivity, tapi in term of penciptaan pekerjaan. Jadi memang PR-nya banyak yang harus kita lakukan," ungkapnya.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu menuturkan, pada saat yang sama pemerintah bersama Danantara juga berkeinginan agar sektor swasta turut terdongkrak maju. Ia menyebut hal ini tidak boleh dikesampingkan apabila pemerintah ingin mencapai akselerasi pertumbuhan ekonomi dengan maksimal.
"Danantara tidak bisa melakukan ini sendiri, justru kita ingin bersama-sama dengan dunia usaha, dengan private sector untuk bisa mempercepat atau mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kita yang baik dan berkualitas," jelas Rosan.

