PANI Tetapkan Harga Rights Issue Rp 15.000, Raihan Dana bisa Segini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2 menetapkan harga pelaksanaan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights sssue III senilai Rp 15.000. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan harga penutupan saham PANI kemarin level Rp 13.600.
Manajemen PANI dalam prospectus ringkas yang diterbitkan menyebutkan bahwa perseroan akan menerbitkan sebanyak 1,115 miliar saham baru atau 6,19% dari modal disetor. Harga pelaksanaan ditetapkan Rp 15.000 per saham, sehingga total dana yang bakal diraih dari aksi korporasi ini mencapai Rp 16,73 triliun.
Baca Juga
Tambah Saham Publik PANI Jelang Rights Issue Jumbo, Pengendali Ini Raup Dana Rp 5,1 Triliun
Berdasarkan data prospektus, pemegang 119.169 saham lama akan memperoleh 7.864 HMETD PANI. Adapun perdagangan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Desember 2025 dengan cum date di pasar reguler dan negosiasi pada 25 November, ex date 26 November, serta recording date 27 November 2025. Pemegang saham yang tidak menebus HMETD berpotensi terdilusi hingga 6,19%.
Sementara itu, PT Multi Artha Pratama (MAP), perusahaan yang dikendalikan Agung Sedayu Group dan Salim Group, yang menguasai 87,78% saham PANI berkomitmen untuk menebus sebagian besar haknya atau setara dengan 979 juta HMETD. Sebagian HMETD milik berpotensi dialihkan kepada investor publik.
Dana hasil rights sssue atau sekitar Rp 16,1 triliun akan digunakan untuk menambah kepemilikan saham di PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) sebanyak 44,10% menjadi 90% saham. Sisa dana akan dialokasikan sebagai tambahan modal bagi tiga anak usaha, yakni PT Cakrawala Inti Sejahtera Nusantara (CISN), PT Karya Utama Sejahtera (KUS), dan PT Pratama Energi Terpadu (PET), guna mendukung pengembangan proyek dan infrastruktur perusahaan.
Baca Juga
Begini Prospek Saham PANI dan CBDK di Tengah Potensi Pertumbuhan Laba Eksplosif
PANI berencana membeli sebanyak 44,10% saham CBDK dari PT Agung Sedayu dan PT Tunas Mekar Jaya. Sebagaimana diketahui Agung Sedayu bertindak sebagai pemegang 22,05% saham CBDK dan Tunas Mekar Jaya menguasai 22,05% saham CBDK. Dengan harga penutupan CBDK level Rp 6.550, nilai pembelian saham tersebut bisa mencapai Rp 16,37 triliun.
Setelah pelaksanaan Rights Issue III, total saham PANI akan meningkat dari 16,9 miliar menjadi 18,02 miliar saham. Struktur kepemilikan tetap didominasi oleh MAP sebesar 87,78% dan sisanya publik bertahan di level 12,22%.

