Kapitalisasi Pasar Kripto Dunia Anjlok, Tinggal Sekitar US$ 3,8 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Pasar kripto global mengalami guncangan besar pada Sabtu, 11 Oktober 2025, dengan total kapitalisasi pasar yang sebelumnya menyentuh rekor tertinggi $4,27 triliun kini merosot tajam menjadi kisaran $3,8 hingga $4 triliun. Koreksi mendalam ini terjadi dalam waktu yang sangat singkat dan mencatatkan potensi kerugian senilai $250 hingga $400 miliar, menjadikannya salah satu penurunan paling dramatis dalam sejarah aset digital.
Penurunan tajam ini dipicu oleh anjloknya harga dua aset kripto terbesar, yaitu Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), yang menjadi pusat perhatian investor global. Bitcoin mengalami flash crash, merosot dari US$122.000 menjadi US$102.000 sebelum akhirnya pulih di kisaran US$112.000.
Koreksi sekitar 17% ini memicu gelombang likuidasi posisi leverage senilai lebih dari US$19 miliar dalam sehari, angka yang oleh CoinGlass disebut sebagai peristiwa likuidasi terbesar sepanjang sejarah kripto.
Baca Juga
Tragedi di Dunia Kripto: Influencer Ukraina Kostya Kudo Meninggal Saat Pasar Anjlok
Diberitakan Nairametrics.com, Sabtu (11/101/2025), Ethereum bahkan mengalami penurunan lebih dalam, jatuh lebih dari 20% ke level US$ 3.440 sebelum pulih sedikit ke US$ 3.800. Sementara itu, berbagai altcoin mencatat kerugian yang lebih ekstrem, dengan penurunan intraday antara 50% hingga 90%.
Situasi ini memicu efek domino di berbagai bursa perdagangan, dengan jumlah trader yang terdampak mencapai lebih dari 1,66 juta akun dalam satu hari. CoinGlass mencatat likuidasi tunggal terbesar terjadi di bursa Hyperliquid pada pasangan ETH-USDT senilai US$ 203,36 juta, dan menjadi bursa yang paling terdampak dalam peristiwa ini. Total likuidasi tercatat lebih dari US$10 miliar di Hyperliquid, diikuti oleh Bybit sebesar US$ 4,5 miliar dan Binance sebesar US$ 2,5 miliar.
CoinGlass juga mengingatkan bahwa angka sebenarnya kemungkinan lebih besar karena tidak semua bursa melaporkan data likuidasi secara real time.
Gejolak ini tidak lepas dari faktor eksternal, terutama pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengumumkan rencana menaikkan tarif impor barang-barang asal Tiongkok sebesar 100 persen. Trump menyebut kebijakan ekspor mineral langka oleh Tiongkok sebagai "tindakan ekonomi agresif" dan mengumumkan pembatalan pertemuan diplomatik dengan Presiden China, Xi Jinping.
Baca Juga
Krisis Kripto 2025 Jadi Likuidasi Terbesar dalam Sejarah, Lampaui 'Crash' Maret 2020
Ia juga mengungkapkan bahwa China tengah menyiapkan pembatasan ekspor skala besar terhadap produk-produk penting mulai 1 November 2025. Menurutnya, "Tiongkok telah mengadopsi posisi perdagangan yang sangat agresif," dan ia menyebut situasi ini sebagai “aib moral” dalam perdagangan global.
Pernyataan tersebut langsung memicu kekhawatiran investor terhadap kondisi makroekonomi dan risiko geopolitik, yang kemudian mempercepat arus keluar dana dari pasar kripto. Penurunan harga dimulai pada Jumat malam dan terus memburuk hingga Sabtu (11/10/2025) dini hari waktu London. Beberapa analis menyebutnya sebagai krisis kepercayaan yang dipicu oleh faktor eksternal, di tengah pasar yang sudah sangat sensitif terhadap volatilitas.
Meski kondisi pasar sangat tertekan, sejumlah tokoh industri kripto masih menyuarakan optimisme. Samson Mow, pendiri Jan3, menyebut bahwa “Uptober masih punya 21 hari lagi”, merujuk pada keyakinan bahwa bulan Oktober biasanya ditandai dengan kenaikan harga kripto. Sementara itu, Michael van de Poppe dari MN Trading Capital menyatakan bahwa penurunan ini kemungkinan besar menjadi dasar dari siklus saat ini, seraya membandingkannya dengan penurunan besar saat krisis COVID-19 tahun 2020.
Baca Juga
Binance Alami Masalah Saat Pasar Crash, Eksekutif Binance Sarankan Ini
Sebagian analis bahkan memperkirakan bahwa volatilitas ekstrem semacam ini akan menjadi lebih sering terjadi seiring meningkatnya penggunaan leverage dan kompleksitas perdagangan kripto secara global. Salah satu pengamat dari komunitas Bitcoin bahkan memprediksi, “Dalam beberapa tahun, Bitcoin bisa jatuh dari $1 juta ke $800 ribu dalam hitungan jam, dan kita akan membicarakan rekor baru dalam likuidasi.”
Penurunan kapitalisasi pasar yang begitu besar dalam waktu singkat menunjukkan betapa rentannya industri aset digital terhadap kombinasi tekanan eksternal dan leverage yang tinggi. Bagi investor dan trader, ini menjadi pengingat keras bahwa potensi keuntungan besar di dunia kripto selalu dibayangi oleh risiko yang tidak kalah besar.

