Bagikan

Astra International (ASII) Bagikan Dividen Interim Rp 3,96 Triliun, Simak Jadwal Berikut

JAKARTA, investortrust.id –  PT Astra International Tbk (ASII) menetapkan dividen interim tahun buku 2025 dengan total Rp 3,97 triliun. Setiap pemegang saham akan menerima Rp 98 per saham sebagai dividen interim.

Manajemen Astra dalam keterang resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (3/10/2025), menyampaikan bahwa jadwal cum dividen interim di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 13 Oktober 2025. Sementara ex dividen di pasar reguler dan negosiasi akan berlangsung pada 14 Oktober 2025. Sedangkan pembagian dividen ditetapkan pada 31 Oktober 2025.

Baca Juga

UNTR Bagikan Dividen Interim Rp 2,06 Triliun, ASII akan Kebagian Segini

“Pembagian dividen interim ini sesuai dengan keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris perseroan pada 1 Oktober 2025,” tulis pengumuman resmi tersebut.

Pembagian dividen interim ini didasarkan atas laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 15,51 triliun pada semester I-2025. Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya Rp 205,22 triliun dan ekuitas mencapai Rp 278,75 triliun.

RUPS Astra International (ASII) putuskan pembagian dividen tunai tahun buku 2024. Pemegang saham juga menetapkan susundan komisaris dan direksi perseroan. ()
Source:

Terkait pergerakan harga saham ASII sepanjang year to date (ytd) mencapai 19,86% menjadi Rp 5.825. Dengan harga tersebut, dividen yield dividen interim ASII tersebut setara dengan 1,68%.

Target harga saham PT Astra International Tbk (ASII) direvisi naik dari Rp 5.900 menjadi Rp 6.700 ditopang dua katalis utama, yaitu potensi program total shareholder return (TSR) serta ekspansi strategis ke segmen kendaraan hybrid mass-market.

Baca Juga

Sentuh Level Tertinggi dalam 22 Bulan, Saham ASII bakal Lanjutkan Penguatan?

Sebelumnya, BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan beberapa waktu merevisi naik target harga saham ASII dari Rp 5.900 menjadi Rp 6.700. Target harga tersebut juga mengimplikasikan perkiraan PE tahun 2026 sekitar 9,5 kali, dibandingkan valuasi saaat ini baru mencapai 7,6 kali.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Sabela Nur Amalina dan Nasrullah Putra Sulaeman mengatakan, dengan posisi kas bersih ASII senilai Rp 53 triliun pada semester I-2025 atau setara 23% dari kapitalisasi pasar, ASII memiliki ruang yang sangat kuat untuk mengeksekusi program TSR, baik melalui pembagian dividen spesial maupun pembelian kembali saham (buyback).

“Pasar sudah lama menanti langkah ini dan sinyal dari manajemen belakangan terhadap pelaksanaan program TSR semakin terbuka. Karena TSR diyakini mampu untuk mendorong return on equity (ROE) saham ini hingga 13,6% di 2025 serta memperkecil valuasi gap yang selama ini membebani kinerja saham ASII,” tulisnya dalam riset tersebut.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024