Poin Penting
| ● |
Dalam 48 jam terakhir, lebih dari US$ 600 juta posisi ber-leverage dilikuidasi, menyebabkan kapitalisasi pasar kripto global turun 1% menjadi US$ 4,14 triliun. |
| ● |
Investor institusional mulai mengalihkan dana dari kripto ke logam mulia. |
| ● |
Sentimen pasar negatif diperburuk oleh ketidakpastian ekonomi global, termasuk potensi government shutdown AS dan ekspektasi inflasi tinggi yang bisa menunda penurunan suku bunga The Fed. |
|
JAKARTA, investortrust.id - Setelah Bitcoin (BTC) sempat menembus level tertinggi sepanjang masa (
all time high/ATH), pasar kripto tiba-tiba terjun bebas pada perdagangan Sabtu (11/10/2025). Penurunan ini mengguncang seluruh sektor, dari Bitcoin dan Ethereum, hingga
alternative coin (altcoin) DeFi dan Layer-2 yang mengalami kerugian dua digit.
Harga BTC anjlok tajam hingga menyentuh US$ 102.000 atau sekitar Rp 1,69 miliar setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tarif 100% untuk seluruh produk China pada Jumat (10/10/2025). Kebijakan ini langsung mengguncang pasar kripto, memicu aksi jual besar-besaran dan menurunkan kapitalisasi pasar global hampir 12% hanya dalam satu hari. Alhasil Bitcoin jatuh ke level terendah sejak Juni 2025
Trump mengatakan kebijakan tersebut diambil setelah China berencana membatasi ekspor rare earth minerals, bahan penting untuk pembuatan chip komputer dan semikonduktor. Melalui unggahan di platform Truth Social, ia menilai langkah China sebagai “sangat agresif” dan berpotensi mengancam ekonomi global.
Menurut data dari CoinGlass yang dilansir dari Pintu, Sabtu (11/10/2025) total posisi perdagangan di pasar kripto yang terlikuidasi dalam 24 jam terakhir mencapai US$ 9,4 miliar (Rp 156 triliun), dengan sekitar US$ 7,15 miliar (Rp 118 triliun) berasal dari posisi long. Para analis menyebut kondisi ini sebagai bentuk “kapitulasi pasar”, yaitu ketika investor menjual aset karena takut harga akan turun lebih dalam.
Dalam 24 jam terakhir, nilai total pasar aset kripto global anjlok hingga 11,8%, turun menjadi sekitar US$ 3,64 triliun (Rp 60,5 kuadriliun). Penurunan ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar kripto terhadap kebijakan ekonomi dan geopolitik global, terutama yang melibatkan Amerika Serikat dan China.
Analis memperingatkan bahwa volatilitas kemungkinan akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Investor besar (whales) dan institusi diperkirakan akan bersikap hati-hati hingga dampak penuh dari kebijakan tarif ini terlihat jelas. Namun, sebagian pelaku pasar menilai penurunan tajam seperti ini justru bisa menjadi momen untuk membeli aset kripto di harga diskon.
Apalagi banyak analis percaya bahwa fundamental kripto tetap kuat dalam jangka panjang. Investor disarankan untuk tetap waspada, menerapkan strategi manajemen risiko, dan memantau perkembangan hubungan dagang AS–China karena pergerakan berikutnya di pasar aset kripto bisa jadi ditentukan oleh keputusan politik di Washington dan Beijing.
Baca Juga
Bitcoin Masih Kokoh di US$ 120.000, Tren 'Bullish' Dinilai Belum Selesai
Sementara melansir dari Indodax, Sabtu (11/10/2025), data Coinglass menunjukkan gelombang likuidasi besar-besaran melanda pasar dalam dua hari terakhir. Sebagian besar posisi yang dilikuidasi berasal dari trader long, yang sebelumnya memasang taruhan harga akan terus naik setelah reli pekan lalu.
Namun, Bitcoin gagal mempertahankan posisi di atas level US$ 126.000, memicu efek domino di pasar derivatif. Ethereum mengikuti arah serupa, sementara altcoin seperti Avalanche, Solana, dan Optimism mencatat penurunan lebih tajam.
Pergerakan ini menandakan awal fase koreksi teknikal setelah reli yang terlalu cepat tanpa dukungan volume beli baru. Salah satu penyebab utama anjloknya pasar kripto adalah perpindahan modal besar-besaran ke aset lindung nilai seperti emas dan perak.
Data pasar menunjukkan kapitalisasi emas kini menembus US$ 27 triliun, dengan kenaikan hampir US$ 6 triliun hanya dalam beberapa bulan terakhir, sebuah lonjakan yang jarang terjadi.
Perak juga ikut reli, mendekati kapitalisasi US$ 2,7 triliun. Lonjakan ganda pada dua logam mulia ini menjadi sinyal bahwa investor institusional mulai menghindari risiko dan mengalihkan dana dari aset spekulatif seperti kripto.
Bukti lain datang dari aliran keluar (outflow) ETF Bitcoin di AS. Kemarin, Grayscale mencatat penarikan US$ 45,5 juta, diikuti Fidelity US$ 13,2 juta dan ARK Invest US$ 5,6 juta.
Fenomena ini menandakan turunnya kepercayaan investor besar dalam jangka pendek, sekaligus memperkuat tekanan jual di pasar spot.
Lebih lanjut, situasi makroekonomi global ikut memperparah sentimen negatif. Pelaku pasar kini menunggu pernyataan terbaru dari Ketua The Fed Jerome Powell, serta data ekonomi utama AS untuk menentukan arah kebijakan suku bunga.
Sementara itu, penutupan sebagian pemerintahan AS (government shutdown) menambah ketidakpastian politik. Ketidakpastian ini membuat aset berisiko seperti kripto menjadi kurang diminati.
Di sisi lain, ekspektasi inflasi yang meningkat bisa menunda kebijakan penurunan suku bunga, yang selama ini menjadi harapan utama investor untuk mendorong pasar kembali naik.
Tekanan Berat
Pasar aset kripto mengalami tekanan berat dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan data Coinmarketcap pada perdagangan Sabtu (11/10/2025) pukul 11.00 WIB, lima aset digital utama mencatat penurunan signifikan, namun sedikit pulih dibandingkan pagi hari ini, dipimpin oleh Ethereum (ETH) yang merosot 13,10% menjadi US$ 3.787 dan Bitcoin (BTC) yang turun 7,52% ke posisi US$ 112.208.
Penurunan juga menimpa altcoin besar lainnya. Binance Coin (BNB) melemah 10,67% menjadi US$ 1.129, sementara Solana (SOL) anjlok paling dalam hingga 17,09% ke level US$ 184. Aset kripto XRP bahkan kehilangan lebih dari 15% nilainya dalam sehari, diperdagangkan di kisaran US$ 2,38.
Dalam sepekan terakhir, tren pelemahan semakin tajam. Ethereum tercatat turun 15,60%, Bitcoin terkoreksi 8,22%, sedangkan XRP dan Solana masing-masing merosot 21,03% dan 19,71%.
Koreksi tajam ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan jual di pasar global serta aksi ambil untung investor setelah reli panjang yang sempat membawa Bitcoin ke level tertinggi sepanjang masa.
Analisa saham dan kripto dengan mudah dan cepat dengan InvestingPro, dapatkan diskon tambahan khusus untuk pembaca Investortrust, klik di sini