Bagikan

Bitcoin Masih Kokoh di US$ 120.000, Tren 'Bullish' Dinilai Belum Selesai

Poin Penting

Harga Bitcoin Terkoreksi Setelah Rekor Tertinggi.
Perubahan Peta Penambangan Global.
Aliran Dana ke ETF Bitcoin Masih Positif.

JAKARTA, investortrust.id – Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin (BTC) melemah -0,75% bertengger di US$ 121.750 pada perdagangan Jumat (10/10/2025) siang. Dominasi pasar BTC kini berada di level 59,35%, sementara total kapitalisasi pasar aset kripto turun 0,45%  menjadi US$ 4,10 triliun.

Berikut data Top Gainers dan Top Losers dalam 24 jam*

Top Gainer 

Top Losers 

Zora
(ZORA)

+68,56%

Movie Bloc
(MBL)

-26,65%

Subsquid
(SQD)

+42,88%

Revox
(REX)

-21,51%

PIVX
(PIVX)

+40,74%

Mantle
(MNT)

-14,00%

*Data di atas diambil pada pukul 08:00 WIB

 

Baca Juga

Goldman Sachs Proyeksikan Emas Naik, Analis Nilai Bitcoin Masih 'Undervalued'

Setelah mencetak rekor tertinggi baru di level US$ 126.000, Financial Expert Ajaib Panji Yudha mengatakan, Bitcoin (BTC) kini menghadapi fase uji dari aksi ambil untung dan peningkatan leverage di pasar. Menurut laporan Glassnode pada 8 Oktober 2025, permintaan belakangan ini didorong oleh kelompok pemegang menengah yang memiliki antara 10 hingga 1.000 BTC, sementara distribusi dari investor besar (whale) mulai melambat dibandingkan awal tahun.

Indikator Trend Accumulation Score menunjukkan bahwa akumulasi dari entitas berukuran lebih kecil ini memberikan dukungan struktural terhadap reli harga Bitcoin. "Saat ini, hampir seluruh pasokan BTC yang beredar berada dalam posisi untung dengan area US$ 120.000–121.000 sementara menjadi area support," katanya dalam risetnya, Jumat (10/10/2025). 

Di sisi lain, industri penambangan Bitcoin global tengah memasuki babak baru. Memasuki kuartal keempat 2025, peta kekuatan penambangan berubah lebih cepat dari perkiraan. Data terbaru menunjukkan bahwa penambang yang berbasis di Amerika Serikat kini menyumbang sekitar 38% dari total daya komputasi global Bitcoin, setara dengan 389 exahash per detik (EH/s) lebih dari dua kali lipat kapasitas tiga tahun lalu.

Dominasi ini didorong oleh kombinasi unik antara energi terbarukan berbiaya rendah, perangkat keras canggih, dan masuknya investasi institusional. Pertumbuhan farm mining berbasis energi hijau di negara bagian seperti Texas, Kentucky, dan North Dakota menjadikan AS sebagai pusat penambangan yang efisien secara energi. 

 

Baca Juga

Bitcoin (BTC) Menuju US$ 400.000? Analis Prediksi Kenaikan yang Signifikan

Meski begitu, Rusia dan Tiongkok tetap menjadi pesaing kuat dengan penguasaan sekitar 15,5% dan 14,1% dari total hashrate global. Ketiga negara ini masih menguasai hampir dua pertiga kapasitas penambangan Bitcoin di dunia, menunjukkan bahwa meski jaringannya semakin global, pusat komputasi Bitcoin masih terkonsentrasi di beberapa wilayah utama.

Selama tiga hari terakhir (6–8 Oktober 2025), aliran dana masuk (inflow) ke ETF Bitcoin spot tercatat masih positif meskipun mengalami fluktuasi. Pada 6 Oktober, inflow mencapai US$ 1,21 miliar, disusul penurunan ke US$ 875,61 juta pada 7 Oktober, dan kembali melandai menjadi US$ 440,73 juta pada 8 Oktober. Jika dijumlahkan, total inflow dalam tiga hari terakhir mencapai sekitar US$ 2,53 miliar. Sementara itu, total net asset ETF Bitcoin kini berada di level US$ 168 miliar, menandakan minat investor terhadap instrumen ini masih kuat meski momentum pembelian mulai sedikit melambat menjelang akhir pekan perdagangan.

Hari ini, Bitcoin berpotensi bergerak di sekitar US$ 120.000 - US$ 124.000. Ethereum berpotensi bergerak di sekitar US$ 4.400 - US$ 4.700.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024